Peringati Nuzulul Qur’an, Polres HST Santuni Anak Yatim dan Perkuat Nilai Religius Personel

Peringati Nuzulul Qur’an, Polres HST Santuni Anak Yatim dan Perkuat Nilai Religius Personel

BARABAI – Kepolisian Resor Hulu Sungai Tengah menggelar peringatan Nuzulul Qur’an 1447 Hijriah yang dirangkai dengan buka puasa bersama serta penyaluran santunan bagi anak yatim Panti Asuhan Harapan Penyuluh Budi Barikin guna memperteguh integritas personel dalam melayani masyarakat, Kamis (12/3/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Bhayangkara Polres HST ini menghadirkan suasana penuh kekeluargaan antara aparat penegak hukum dengan pengurus panti serta tokoh agama.

Melalui momentum turunnya mukjizat Al-Qur'an, Kapolres HST mengajak seluruh jajarannya untuk merefleksikan kembali nilai-nilai kejujuran dan amanah dalam menjalankan tugas kepolisian. 

Acara ditutup dengan tausiah mendalam dari KH M. Arsyad yang menekankan pentingnya kecerdasan spiritual dan kerendahan hati sebagai fondasi utama seorang hamba dalam bermasyarakat.


"Sama-sama kita sayangi anak-anak dari Panti Asuhan Harapan Penyuluh Budi Barikin, Kecamatan Haruyan, beserta para pengurus," ujar Kapolres HST, AKBP Jupri JHP Tampubolon, saat menyapa para tamu istimewa dengan penuh takzim.

Beliau menegaskan bahwa sinergitas antara ketaatan hukum dan agama merupakan kunci utama dalam menciptakan ruang publik yang aman dan tenteram.

"Kami menyadari bahwa keamanan dan ketertiban masyarakat tidak akan terwujud tanpa ketaatan kita kepada aturan, baik aturan agama maupun aturan hukum," tambah AKBP Jupri JHP Tampubolon dalam sambutannya.

Kapolres juga memberikan instruksi khusus kepada seluruh personel agar menjadikan kitab suci sebagai kompas moral dalam memberikan perlindungan kepada warga Bumi Murakata.

"Kami mendorong personel untuk mempererat tali silaturahmi, menjaga keharmonisan wilayah, serta menolak hoaks dan perpecahan yang dapat mengganggu ketenangan ibadah," jelasnya secara lugas.

Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Raudhatul Ulum, KH M. Arsyad, dalam ceramahnya mengupas tuntas kemuliaan Al-Qur'an sebagai rangkuman dari seluruh ajaran samawi terdahulu.

"Qur'an diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW sebagai makhluk nomor satu, karena alam semesta ada karena keberadaan Beliau," ucap KH M. Arsyad saat memaparkan kedudukan istimewa Rasulullah.

Beliau juga mengingatkan bahwa kecerdasan manusia yang disimbolkan dalam perintah membaca (Iqra) harus dibarengi dengan pengakuan atas kemutlakan kuasa Sang Pencipta.

"Manusia boleh berusaha, namun hasilnya tetap berada di tangan Allah sebagai Sang Pencipta segala sesuatu," tuturnya mengingatkan jemaah akan hakikat ikhtiar.

Menutup tausiahnya, KH M. Arsyad berpesan agar setiap individu menjauhkan diri dari sifat sombong karena segala capaian jabatan maupun harta hanyalah titipan sementara.

"Setiap hamba harus menyadari bahwa segala nikmat adalah anugerah yang tidak boleh membuat sombong, karena manusia berasal dari zat yang lemah," pungkasnya dengan penuh nasihat.[nata]
Lebih baru Lebih lama