BARABAI - Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) guna menyelaraskan persepsi dan mempercepat pengadaan lahan pembangunan Gerai Koperasi Desa Merah Putih sebagai langkah strategis memperkuat ketahanan ekonomi kerakyatan, Kamis (16/4/2026).
Program yang merujuk pada Instruksi Presiden Nomor 17 Tahun 2025 ini bertujuan menekan peran tengkulak serta menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok melalui kehadiran pusat distribusi di setiap desa.
Meski saat ini 16 gerai telah memasuki tahap konstruksi dan 6 lokasi siap pakai, pemerintah daerah masih menghadapi tantangan berupa tingginya harga tanah serta dinamika pemanfaatan aset di sejumlah titik.
Untuk mengatasi kendala tersebut, Bupati Samsul Rizal menginstruksikan seluruh Camat dan jajaran terkait untuk melakukan percepatan perubahan APBDesa 2026 dengan prinsip transparansi guna mengamankan lahan minimal seluas 1.000 meter persegi.
Target finalisasi penentuan lokasi ditetapkan paling lambat pada Mei 2026 agar visi Kabupaten HST sebagai pelopor ekonomi desa yang berdaya saing dapat segera terwujud.
“Koperasi Desa Merah Putih adalah program prioritas nasional yang memiliki dampak besar bagi ekonomi kerakyatan, termasuk dalam membuka lapangan kerja baru,” ujarnya di Auditorium Sekretariat Daerah Kabupaten HST.
Bupati HST juga, menekankan bahwa kehadiran gerai ini akan menjadi solusi konkret bagi masyarakat dalam memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
“Pengadaan lahan harus memenuhi standar teknis dengan legalitas yang jelas, dan pelaksanaannya dapat didanai melalui pengalokasian Dana Desa untuk belanja modal,” tambahnya.
Bupati juga menuntut kreativitas para pemimpin di tingkat kecamatan dalam memecahkan masalah mahalnya harga tanah di lapangan.
“Saya meminta seluruh camat dan kepala desa untuk segera menentukan titik lokasi dengan prinsip akuntabilitas agar perencanaan dapat diselesaikan tepat waktu,” tegasnya.
Sebagai penutup, ia mengajak seluruh elemen pemerintahan untuk berkolaborasi demi kesuksesan agenda pembangunan daerah ini.
“Keberhasilan program ini adalah tanggung jawab kita bersama; mari kita tunjukkan bahwa HST mampu menjadi pelopor ekonomi desa yang berdaya saing,” pungkasnya.[nata]
