BARABAI – Aparat gabungan dari TNI, Polri, dan BPBD Kabupaten Hulu Sungai Tengah bersinergi dengan relawan serta warga setempat untuk membersihkan material tanah longsor yang menutup total akses jalan penghubung Desa Patikalain menuju Desa Papagaran, Selasa (14/4/2026).
Bencana tanah longsor tersebut dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Hantakan sejak Senin kemarin, mengakibatkan lereng perbukitan di bahu jalan runtuh dan menimbun badan jalan.
Guna memulihkan mobilitas warga di kawasan pegunungan tersebut, petugas bersama masyarakat bahu-membahu menyingkirkan gundukan tanah dan material kayu menggunakan peralatan manual dan dukungan teknis.
Selain fokus pada pembukaan akses jalan, petugas di lapangan juga melakukan mitigasi risiko dengan memantau stabilitas lereng guna mengantisipasi ancaman longsor susulan.
Sinergitas lintas instansi ini merupakan bentuk respons darurat yang mengutamakan keselamatan publik serta memastikan aktivitas ekonomi dan transportasi warga pedalaman tidak terisolasi lebih lama.
“Kami bersama pihak terkait dan warga langsung bergerak cepat untuk membersihkan material longsor agar akses jalan bisa segera digunakan kembali oleh masyarakat,” ujar Babinsa Koramil 1002-07/Batu Benawa, Serka Sanu, di sela pengerjaan fisik.
Danramil 1002-07/Batu Benawa, Kapten Inf Lilis Susanto, menegaskan bahwa pemantauan terhadap kondisi geografis wilayah yang rawan akan terus ditingkatkan.
“Kami akan terus bersinergi dengan BPBD, Polri, dan relawan dalam penanganan bencana; keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama kami,” tegas Kapten Inf Lilis Susanto
Mengingat kondisi cuaca yang masih fluktuatif, pihak TNI mengimbau warga yang bermukim di lereng bukit untuk tetap meningkatkan kewaspadaan ekstra.
“Kami mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap potensi longsor susulan, terutama saat hujan kembali turun dengan intensitas tinggi,” tambahnya.
Melalui kerja sama yang solid ini, diharapkan jalur transportasi vital tersebut dapat segera normal kembali sehingga denyut nadi kehidupan warga tidak terhambat.
“Sinergi aparat dan masyarakat merupakan kunci dalam penanggulangan bencana di wilayah ini agar pemulihan pascakejadian dapat berjalan efektif,” pungkasnya.[nata]
Tags
peristiwa
