HST Dikepung Banjir, Tiga Kecamatan Terendam Luapan Sungai dan Ratusan Rumah Terdampak

HST Dikepung Banjir, Tiga Kecamatan Terendam Luapan Sungai dan Ratusan Rumah Terdampak


BARABAI – Curah hujan tinggi yang mengguyur Kabupaten Hulu Sungai Tengah selama dua hari berturut-turut mengakibatkan Sungai Barabai meluap hingga merendam kawasan permukiman dan memutus akses jalan di tiga kecamatan utama, Senin (18/5/2026).

Berdasarkan data resmi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, wilayah terdampak meliputi Kecamatan Batu Benawa, Barabai, dan Pandawan dengan kondisi kedalaman air yang bervariasi hingga mencapai pinggul orang dewasa di kawasan bantaran sungai. 

Di wilayah perkotaan, banjir menggenangi titik vital seperti Jalan Ulama dan Jalan Kemasan, serta merendam sejumlah fasilitas publik termasuk tempat ibadah, sekolah, dan kantor pemerintahan seperti Kementerian Agama setempat. 

Sementara debit air di Batu Benawa dilaporkan mulai berangsur surut, aliran air di wilayah Barabai dan Pandawan justru terpantau masih mengalami kenaikan. 

Petugas gabungan dan relawan kini telah bersiaga di lapangan untuk mendirikan posko pengungsian serta dapur umum guna mengantisipasi dampak susulan dari potensi hujan lebat yang diprediksi masih akan terjadi.

“Kami meminta warga agar tetap tenang, tidak panik, namun senantiasa meningkatkan kewaspadaan mengingat kondisi air yang belum serentak surut di semua titik,” tegas Kasi Kedaruratan BPBD dan Damkar HST, Fitriadinnor.

Pihaknya memastikan seluruh personel telah dikerahkan ke lapangan untuk memantau perkembangan situasi dan memprioritaskan evakuasi bagi kelompok rentan.

“Air mulai naik sejak dini hari dan puncaknya mencapai setinggi pinggul orang dewasa karena rumah kami berada tepat di bantaran sungai,” ujar Hendra, warga terdampak di kawasan Bungur RT 03 RW 09.

Lokasi geografis yang rendah berdekatan dengan aliran sungai membuat pemukiman tersebut menjadi titik paling awal dan terparah yang terendam banjir. 

Meskipun akses pangan terhambat, ia bersyukur pasokan air bersih hingga saat ini masih mengalir lancar sehingga kebutuhan sanitasi warga di pengungsian mandiri tetap terpenuhi.

“Kami mengimbau seluruh masyarakat di sepanjang aliran sungai untuk segera mengungsi ke tempat aman jika intensitas hujan kembali meningkat malam ini,” pungkas petugas penanggulangan bencana di lapangan.

Sikap tanggap dan kepatuhan warga terhadap instruksi evakuasi dinilai menjadi faktor krusial dalam mencegah timbulnya korban jiwa selama masa tanggap darurat ini.[nata]

Lebih baru Lebih lama