BARABAI – Personel Polsek Labuan Amas Selatan (LAS) bergerak cepat mendatangi Desa Batang Bahalang RT 003 RW 001, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), guna menindaklanjuti laporan kematian sejumlah domba akibat serangan hewan liar pada Selasa (23/6/2026) sekitar pukul 06.00 WITA.
Peristiwa tersebut menimpa Asmuni (48) yang terkejut saat mendapati empat ekor domba miliknya dalam kondisi mengenaskan dengan luka robek bekas cabikan saat hendak memberi pakan di kandang.
Akibat serangan predator tak dikenal itu, dua ekor domba ditemukan mati, satu ekor sekarat, dan satu ekor lainnya mengalami kelumpuhan hingga memicu kerugian material mencapai Rp5.000.000.
Sebagai langkah solutif, pihak kepolisian langsung menginisiasi koordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Selatan untuk mengidentifikasi jenis satwa pemangsa tersebut.
Langkah ini penting guna menentukan metode penanganan yang tepat tanpa merusak ekosistem lingkungan sekitar pemukiman warga.
Selain penanganan satwa, petugas di lapangan juga memberikan edukasi penting mengenai prosedur sanitasi bangkai hewan yang aman kepada warga setempat.
Masyarakat diimbau untuk tidak menyentuh bangkai dengan tangan kosong, melarang konsumsi daging ternak yang mati tersebut, serta segera melakukan pemusnahan secara layak dan penyemprotan disinfektan guna mencegah penularan penyakit zoonosis.
Kapolres HST, AKBP Jupri JHP Tampubolon, mengapresiasi respons cepat jajarannya di lapangan dalam mendampingi peternak dan meredam kepanikan masyarakat.
"Langkah cepat ini merupakan bentuk pelayanan Polri dalam memberikan rasa aman dan membantu masyarakat menghadapi berbagai permasalahan yang terjadi di lingkungan mereka," ujar AKBP Jupri.
Beliau juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan kolektif, terutama dalam memantau pergerakan kawanan anjing liar yang kerap berkeliaran di sekitar lingkungan tempat tinggal warga.
"Kami mengimbau warga agar tetap waspada terhadap keberadaan hewan liar yang berpotensi membahayakan keselamatan manusia maupun hewan ternak," tambahnya.
Guna mencegah insiden serupa meluas, kepolisian berkomitmen untuk mengawal penyelesaian masalah ini secara ilmiah bersama dinas dan instansi vertikal terkait.
"Polres HST juga akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan penyebab kejadian serta langkah penanganan yang tepat," jelas Kapolres.
Di akhir keterangannya, AKBP Jupri meminta masyarakat untuk tidak mengambil tindakan sendiri yang berisiko, melainkan mengoptimalkan sistem pelaporan berjenjang ke pos keamanan terdekat.
"Apabila masyarakat menemukan keberadaan hewan yang mencurigakan atau berpotensi membahayakan, segera laporkan kepada aparat desa maupun kepolisian terdekat agar dapat segera ditindaklanjuti," pungkasnya.[nata]
Tags
peristiwa
