Rumah Kayu di Ayuang Ludes Terbakar, Solidaritas Relawan Berhasil Cegah Korban Jiwa

Rumah Kayu di Ayuang Ludes Terbakar, Solidaritas Relawan Berhasil Cegah Korban Jiwa

BARABAI – Sebuah bangunan rumah kayu di RT 04 RW 02 Desa Ayuang, Kecamatan Barabai, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), ludes dilalap si jago merah saat penghuninya sedang terlelap pada Senin (22/6/2026) dini hari.

Peristiwa yang bermula pukul 00.35 WITA tersebut menimpa rumah milik almarhum Mursani R yang disewa oleh Muhammad Hamidummadjid bersama tiga anggota keluarganya. 

Konstruksi bangunan yang sepenuhnya bermaterial kayu kering membuat kobaran api melaju sangat cepat hingga mencapai tingkat kerusakan seratus persen dalam waktu singkat.

Kendati seluruh harta benda, dokumen penting, dan perabotan rumah tangga tidak ada yang berhasil diselamatkan, penanganan taktis di lapangan berhasil memastikan keselamatan jiwa seluruh penghuni. 

Hamidummadjid bersama istrinya serta kedua anak mereka yang masih berusia 14 tahun dan 3 tahun berhasil dievakuasi ke tempat aman tanpa mengalami luka-luka.

Langkah lokalisasi api berjalan efektif berkat respons cepat tim gabungan dari TAGANA, TNI, Polri, relawan, serta armada Balakar 654 Murakata HST. Sinergi yang kuat di pemukiman padat penduduk tersebut berhasil mencegah lidah api merembet ke bangunan-bangunan sekitar yang berjarak cukup rapat.

"Masyarakat sangat antusias membantu, kami bersinergi penuh dengan semua pihak agar api bisa segera padam dan tidak memakan korban lebih banyak," ujar salah satu petugas pemadam di lokasi kejadian.

Kerja keras seluruh elemen di lapangan menjadi bukti nyata masih kokohnya nilai gotong royong dan kesiapsiagaan darurat masyarakat dalam menghadapi musibah secara swadaya. 

"Akses air yang cukup di sekitar lokasi juga sangat membantu armada tangki dalam mempercepat proses pembasahan titik sisa api," tambah petugas pemadam tersebut.

Pascapemadaman, prioritas penanganan kini beralih pada pemulihan psikologis keluarga korban serta penyelidikan teknis guna mengetahui pemantik utama munculnya api. 

Pihak berwajib bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat langsung melakukan olah tempat kejadian perkara untuk mengumpulkan bukti-bukti primer.

"Penyebab pasti dari terjadinya kebakaran ini masih dalam tahap penyelidikan mendalam oleh pihak berwajib untuk mencari akar permasalahannya," terang Fitriadinnor, Kasidarlog BPBD HST.

Sebagai langkah antisipasi, BPBD mengingatkan masyarakat untuk memeriksa kembali instalasi listrik dan kompor secara berkala demi menekan risiko kelalaian domestik. 

"Kami mengimbau warga untuk selalu waspada terhadap potensi bahaya kebakaran dan segera melaporkan indikasi darurat melalui frekuensi resmi kebencanaan," pungkas Fitriadinnor.[nata]
Lebih baru Lebih lama