BARABAI – Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah secara resmi menerima kedatangan mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata Jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lambung Mangkurat dalam upaya memperkuat pembangunan daerah, di Auditorium HST pada Kamis (2/7/2026).
Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal terjalinnya kerja sama yang sinergis antara dunia akademik dan pemerintah daerah dalam merancang pembangunan yang berlandaskan keunggulan serta potensi yang dimiliki setiap desa di wilayah tersebut.
Sekretaris Daerah HST, Muhammad Yani, menyampaikan apresiasi mendalam atas kepercayaan yang diberikan pihak universitas untuk kembali menjadikan daerah ini sebagai lokasi pelaksanaan pengabdian masyarakat.
Menurutnya, kehadiran para mahasiswa bukan sekadar pemenuhan kewajiban akademik, melainkan diharapkan dapat berperan sebagai penggerak perubahan di lingkungan masyarakat.
Ia menegaskan bahwa KKN menjadi jembatan penting yang mempertemukan pengetahuan teoretis yang dipelajari di kampus dengan realitas sosial yang ada di lapangan.
Oleh sebab itu, mahasiswa dituntut peka dalam menggali kekayaan sumber daya desa, mencatat berbagai tantangan yang dihadapi warga, serta merancang pemecahan masalah yang relevan.
“Jadikan masa pengabdian ini sarana untuk menumbuhkan rasa empati dan kepedulian sosial yang tinggi. Senantiasa hargai adat istiadat serta kearifan lokal yang berlaku, jalin komunikasi yang harmonis dengan warga, dan susunlah program kerja yang kreatif serta tepat guna,” ujar Yani.
Pejabat tertinggi di lingkungan sekretariat daerah ini juga mengingatkan para mahasiswa agar senantiasa menjaga kesehatan diri, kekompakan antartim, serta nama baik almamater selama bertugas di lokasi masing-masing.
Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan membawa manfaat nyata bagi masyarakat maupun penyelenggaraan pemerintahan.
Sementara itu, Ketua Jurusan Sosiologi FISIP ULM, Ismar Hamid, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata pelaksanaan pengabdian masyarakat sekaligus perwujudan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Melalui program ini, mahasiswa dilatih untuk belajar langsung dari dinamika kehidupan warga serta menerapkan ilmu yang telah dipahami selama masa perkuliahan.
Lebih lanjut ia menyampaikan bahwa keberhasilan pelaksanaan KKN tidak hanya diukur dari selesainya program kerja, melainkan juga terbentuknya kedekatan emosional dengan warga serta pemahaman yang utuh terhadap kondisi sosial kemasyarakatan di desa binaan.
“Kami berharap mahasiswa mampu menyusun rekomendasi yang berharga bagi kemajuan tata kehidupan bermasyarakat,” tambahnya.
Ia menekankan pentingnya keselarasan antara gagasan dari akademisi dengan kebutuhan yang sesungguhnya dirasakan oleh masyarakat di pelosok desa.
“Semoga sinergi yang terjalin antara mahasiswa, pemerintah daerah, dan masyarakat dapat terus berkelanjutan, sehingga KKN tidak sekadar menjadi pengalaman belajar, namun melahirkan sumbangsih berarti bagi kemajuan desa-desa di Hulu Sungai Tengah,” tegas Ismar.
Penerimaan mahasiswa KKN ini diakhiri dengan penyerahan arahan teknis pembagian wilayah penugasan serta pengenalan umum kondisi daerah guna mempersiapkan langkah awal para mahasiswa sebelum terjun langsung ke lokasi pengabdian.[nata]
Tags
hulu sungai tengah
