Pelajar Kelas Dua MIN 8 HST Tewas Tenggelam di Sungai Barabai

Pelajar Kelas Dua MIN 8 HST Tewas Tenggelam di Sungai Barabai

BARABAI – Seorang pelajar berusia tujuh tahun bernama Muhammad Uwais Bin Yudhi Bhakti Yanor tewas tenggelam saat bermain di Jembatan Siring Juwita, Kelurahan Barabai Selatan, Kecamatan Barabai, Rabu (8/7/2026) siang.
 
Kejadian bermula sekitar pukul 12.00 Wita, ketika korban bersama dua temannya, Muhammad Syafik Khairul Azmie (11) dan Muhammad Naufal Afkar (8), sedang bermain di atas jembatan tersebut. Tanpa diduga, korban dan Syafik terpeleset lalu jatuh ke aliran sungai yang cukup dalam.
 
Melihat kejadian itu, Naufal segera berteriak meminta pertolongan kepada warga sekitar. Salah seorang anak lain yang kebetulan berada di lokasi, Muhammad Lutfi Nizami (11), berani terjun ke sungai dan berhasil menolong Syafik hingga sampai ke tepian sejauh sekitar 30 meter dari titik jatuh.
 
Setelah Syafik selamat dan dibawa pulang ke rumahnya, barulah diketahui bahwa saat kejadian korban sempat memegang kaki Syafik namun akhirnya terlepas dan hilang di dasar sungai. Pihaknya pun segera melaporkan hal ini kepada petugas penanggulangan bencana.
 
Laporan diterima Pusdalops BPBD dan Damkar Hulu Sungai Tengah sekitar pukul 12.05 Wita. Tim Reaksi Cepat segera dikerahkan ke lokasi bersama unsur TNI, Polri, Tagana, relawan, serta warga setempat untuk melakukan pencarian.
 
Pencarian dilakukan dengan cara menyisir aliran sungai ke arah hilir namun belum menemukan korban pada tahap awal. Upaya ini terus dilakukan secara teliti hingga akhirnya jenazah ditemukan sekitar pukul 14.25 Wita pada jarak sekitar 800 meter dari lokasi kejadian.
 
Kepala Pelaksana BPBD dan Damkar HST melalui Kasi Kedaruratan, Fitriadinor, menjelaskan bahwa korban diketahui berdomisili di Jalan Sarigading RT 001 RW 001 Desa Banua Binjai dan merupakan siswa kelas dua di MIN 8 HST. 

“Korban merupakan anak laki-laki yang masih berstatus pelajar sekolah dasar,” ujarnya.
 
“Berdasarkan keterangan saksi, arus sungai di lokasi tersebut cukup deras sehingga menyulitkan upaya pertolongan sesaat setelah kejadian,” tambah Fitriadinor.
 
Ia juga menyampaikan bahwa jenazah korban telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk selanjutnya dimakamkan sesuai dengan adat istiadat setempat. 

“Kami mengucapkan belas sungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga yang ditinggalkan,” ucapnya.
 
Pihaknya mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya orang tua, untuk senantiasa mengawasi pergerakan anak-anak mereka dan melarang bermain di tempat yang berbahaya seperti pinggiran sungai maupun jembatan. 

“Kewaspadaan perlu ditingkatkan guna mencegah kejadian serupa terulang kembali,” tegasnya.[nata]
Lebih baru Lebih lama