TPA HST Terancam Cepat Penuh, Pemilahan dari Rumah Kunci Perpanjang Usia Layanan

TPA HST Terancam Cepat Penuh, Pemilahan dari Rumah Kunci Perpanjang Usia Layanan

BARABAI – Usia layanan Tempat Pembuangan Akhir sampah di Kabupaten Hulu Sungai Tengah yang seharusnya bertahan hingga 2030 kini terancam berakhir jauh lebih cepat jika pola buang bercampur tidak segera diubah, Selasa (22/9/2026).
 
Kondisi tumpukan yang sudah mencapai kritis mendorong pemerintah daerah membangun Lahan Uruk Residu baru, namun tempat penampungan tersebut hanya akan menampung sampah sisa atau residu, bukan sampah campur.
 
Kepala Bidang Pengelolaan Sampah, Limbah B3, dan Peningkatan Kapasitas DLH HST mengungkapkan bahwa perilaku membuang sampah bercampur membuat tempat penampungan penuh lebih cepat sekaligus menaikkan biaya pengelolaan.
 
"Kalau kebiasaan buang campur tidak diubah, LUR yang baru dibangun untuk 10 tahun ke depan mungkin hanya bertahan lima tahun saja. Kita harus beli tanah lagi, biaya lagi," ujarnya.
 
Sampah organik yang mencapai 43 persen dari total 135 ton per hari seharusnya diolah sendiri di rumah atau di lingkungan masing-masing, bukan ikut dibuang ke tempat penampungan.
 
Instruksi Bupati telah disebarkan ke seluruh desa dan kelurahan agar setiap wilayah mengolah sampah organiknya secara mandiri, sementara hanya residu yang diangkut ke tempat penampungan.
 
Pemilahan sederhana memisahkan sisa makanan dari plastik sudah sangat membantu mengurangi volume sampah sekaligus mencegah pembusukan dan bau tak sedap sebelum diangkut.
 
"Kuncinya cuma satu: pilah dari rumah. Kalau sudah bercampur, kami yang memilah di lapangan pun sudah terlambat, sampahnya sudah membusuk," tegasnya.
 
Pengolahan sisa makanan menjadi pupuk sederhana dapat dilakukan dengan ember tumpuk di halaman rumah tanpa memerlukan lahan luas.
 
"Jangan tunggu tempat penampungan habis baru sadar. Mari kita mulai pilah dari sekarang demi masa depan HST," imbaunya.[nata]
Lebih baru Lebih lama