Dari 200 Hingga 700 Kilogram, Volume Setoran Sampah di HST Terus Naik

Dari 200 Hingga 700 Kilogram, Volume Setoran Sampah di HST Terus Naik

PENGELOLA Bank Sampah Murakata menunjukkan tumpukan sampah terpilah yang siap disalurkan ke pendaur ulang, Volume sampah yang disetorkan warga terus meningkat setiap harinya.| foto : nata

BARABAI — Antusiasme warga Kabupaten Hulu Sungai Tengah dalam menyetorkan sampah ke Bank Sampah Murakata terus meningkat, dengan rata-rata harian mencapai 200 hingga 300 kilogram dan bisa melonjak hingga 600–700 kilogram pada hari penjemputan tertentu, Jumat (23/10/2026).
 
Data pengelola menunjukkan bahwa jumlah sampah yang disetorkan warga terus bertambah seiring semakin dikenalnya program ini di tengah masyarakat. Kenaikan paling terlihat pada hari-hari penjemputan terjadwal yang disepakati bersama, terutama pada hari Jumat, di mana warga menyetorkan sampah yang telah dikumpulkan selama beberapa hari sebelumnya.
 
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) HST, H.Mursyidi menyampaikan bahwa angka tersebut menunjukkan kesadaran masyarakat untuk mengelola sampah semakin tumbuh. Namun, tantangan ke depan adalah menjaga konsistensi dan memastikan seluruh sampah yang terkumpul dapat segera dimanfaatkan atau didaur ulang dengan tepat.
 
"Secara rata-rata setiap harinya warga menyetorkan sekitar 200 hingga 300 kilogram sampah terpilah. Pada hari penjemputan khusus seperti hari Jumat, jumlah ini bahkan bisa mencapai 600 hingga 700 kilogram dalam sehari," ungkapnya.
 
Peningkatan volume sampah yang masuk juga didukung oleh partisipasi aktif dari berbagai Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang telah mulai memilah sampah di lingkungan kerjanya masing-masing. Instansi seperti Sekretariat Daerah, BPKPD, Dinas PTKUMKM, Dinas Pemuda dan Olahraga, hingga Puskesmas Birayang telah turut berkontribusi menyetorkan sampah terpilah dari lingkungan kantor mereka.
 
"Keterlibatan SKPD menjadi contoh nyata bahwa pemilahan sampah bisa dimulai dari lingkungan kerja. Semakin banyak instansi yang ikut, semakin besar pula dampak positif yang dirasakan lingkungan kita," jelasnya.
 
Sampah yang disetorkan warga dan instansi berupa botol plastik, kardus, kertas, kaleng, dan barang daur ulang lainnya yang telah dipilah menurut jenisnya. Setelah ditimbang, warga mendapatkan imbalan yang disesuaikan dengan jenis dan berat sampah yang disetorkan.
 
Pengelola bank sampah mengimbau warga agar sampah yang disetorkan dalam keadaan bersih dan sudah dipilah menurut jenisnya, sehingga proses penimbangan dan penyaluran ke pihak pendaur ulang dapat berjalan lebih cepat dan efisien.
 
"Dengan sampah yang bersih dan terpilah, nilainya juga lebih tinggi dan penanganannya lebih mudah. Kami mohon kerja sama warga untuk memilah terlebih dahulu sebelum disetorkan," tambahnya.
 
Pemerintah daerah berharap tren positif ini terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak desa di seluruh wilayah Hulu Sungai Tengah. Semangat "dulu sampah, sekarang berkah" diharapkan tidak hanya menjadi slogan, tetapi menjadi kebiasaan hidup masyarakat sehari-hari.
 
Penyelenggaraan Bank Sampah Murakata juga direncanakan akan semakin diperkuat dengan penambahan titik layanan dan penjemputan keliling, sehingga warga yang tinggal jauh dari lokasi utama tetap dapat ikut serta dalam program pengelolaan sampah ini.[nata]
Lebih baru Lebih lama