Pandemi Covid-19 tak Halangi Panen Jagung Kelompok PWMP Kementan

PELAIHARI - Kementerian Pertanian (Kementan) di bawah komando Syahrul Yasin Limpo (SYL) terus berupaya meningkatan generasi milenial untuk terjun di sektor pertanian, salah satu dengan program penumbuhan Pengusaha Petani milenial. 

Menteri Pertanian (Mentan) SYL yakin anak muda yang mau terjun di bidang pertanian bisa memiliki peluang kehidupan dan ekonomi yang lebih baik. 

"Apalagi dengan memanfaatkan teknologi yang tersedia, maka dunia dalam genggaman kalian," ungkap SYL.

Program penumbuhan pengusaha petani milenial, salah satunya dengan program Penumbuhan Wirausahawan Muda Bidang Pertanian (PWMP) yang dijalankan oleh Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan, di bawah pimpinan Kepala Badan, Dedi Nursyamsi.

Meskipun di tengah Covid-19, Dedi ini berharap pembangunan pertanian tidak boleh berhenti. “Tetap mematuhi protokol kewaspadaan. Jarak minimum dua meter, hindari kerumunan. Cuci tangan pakai sabun setelah beraktivitas,” pesannya beberapa waktu lalu.

Di antara kelompok PWMP Kementan ini ada dari SMK-PP Negeri Banjarbaru, yaitu kelompok PWMP BPJT, yang bergerak dalam usaha Jagung Pakan Ternak di Kabupaten Tanah Laut Kalimantan Selatan.

Kelompok PWMP yang terdiri dari siswa kelas XII TP. 2019/2020 terus bergerak walau dalam kondisi wabah covid-19 ini, salah satunya kegiatan panen Jagung Pakan Ternak, untuk mendukung sektor peternakan yang ada di wilayah sekitarnya.

Dengan dana PWMP sebesar Rp15 juta, kelompok ini mampu menggarap budidaya Jagung Pakan Ternak lebih kurang 1,25 hektare dan akhirnya dapat panen di kondisi seperti ini.

“Tantangan ini walau berat harus kami hadapi, kami tidak akan surut untuk terus mengeluti dunia pertanian yang kami cintai ini," jelas Agus Anshori di sela-sela kegiatan panennya, Minggu (19/4/2020).

Kelompok PWMP tahun 2019 yang dimotori oleh Agus Anshori, Ahmad Muzaki dan Abdul Halik Setia Budi tetap konsen dalam usaha Jagung Pakan Ternak ini.  

Namun tantangan yang cukup berat dan intensitas curah hujan masih masih sangat tinggi, menyebabkan sebagian besar lahan jagung pakan ternak di Kabupaten Tanah Laut terdampak hama ulat.

Kendati demikian, dalam kondisi serangan besar-besaran dari hama ulat, mereka masih bisa panen yang hasilnya masih cukup lumayan sekitar hampir 70 persen jika dibanding petani lain di wilayah Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan.[willy]

Posting Komentar

0 Komentar