Didampingi Penyuluh, Petani Banjarbaru Produksi Sayuran dan Buah

BANJARBARU - Sektor pertanian berperan sangat penting dalam perekonomian bangsa Indonesia dalam pembangunan bangsa. Salah satu upaya peningkatan peran sektor pertanian adalah dengan diluncurkanya program Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani). 

Kostratani adalah pusat kegiatan  pembangunan tingkat kecamatan, yang merupakan optimalisasi tugas, fungsi dan peran Balai Penyuluh Pertanian (BPP) dalam mewujudkan kedaulatan pangan nasional.

Hal ini sejalan dengan arahan Menteri Pertanian Indonesia Syahrul Yasin Limpo (SYL), Kostratani merupakan program pembangunan pertanian berbasis teknologi informasi dalam rangka meningkatkan produktivitas dan pendapatan yang bermuara pada kesejahteraan petani. 

Selain itu, pertanian tidak boleh berhenti, meminta agar insan pertanian untuk terus aktif bergerak, demi menjaga ketersediaan stok pangan dan olahannya.

Demikian halnya dengan penyampaian Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi. Ia mengatakan bahwa masalah pangan adalah masalah yang sangat utama, dapat menentukan hidup matinya suatu bangsa, dimana petani tetap semangat tanam, semangat panen dan semangat olah. 

Ini membuktikan pertanian tidak pernah berhenti ditengah wabah Covid-19 dan meminta kepada para Penyuluh Pertanian melalui progran Kostratani untuk tetap bekerja mendampingi para petani.

Sesuai arahan diatas, BPP mempunyai peran dalam akselerasi keberhasilan program pembangunan pertanian, yaitu sebagai pusat data dan informasi, pusat gerakan pembangunan pertanian, pusat pembelajaran, pusat konsultasi agribisnis dan pusat pengembangan jejaring kemitraan. 

Salah satu upaya mewujudkan hal tersebut petani di wilayah binaan BPP Cempaka Kota Banjarbaru tetap berproduksi  cabai dan melon. Pasokan cabai dan buah melon khususnya untuk masyarakat Kota Banjarbaru tidak perlu dikhawatirkan, karena tersedia dari hasil petani Banjabaru sendiri.

Menurut Penyuluh Pertanian Kelurahan Cempaka Saida Fithrya SP dan Muhammad Ruslan A.Md, petani di wilayah binaannya yang tergabung dalam Kelompok Tani Aneka Tani saat ini sedang panen cabai besar, cabai rawit dan melon.

Jumlah pertanaman cabai besar sebanyak 6.300 tanaman dan cabai rawit 700 tanaman. Sedangkan di Poktan Berkah Tani ada 6.000 tanaman cabai besar dan sudah panen sebanyak 11 kali dengan total produksi 1.121 kilogram dengan yang bervariasi antara Rp15.000 sampai Rp20.000.

Dengan adanya produksi yang kontinyu dari petani di wilayah Kelurahan Cempaka dapat menjaga stabilitas harga cabai di Kota Banjarbaru.

"Walaupun dalam kondisi pandemi Covid-19, kami tetap melakukan pendampingan kepada petani.  Kata Saida.  Alhamdulillah, petani binaan kami tetap semangat berproduksi, khususnya tanaman hortikultura seperti sayuran berupa cabai,” ungkap Saida.

Sedangkan buah melon yang dihasilkan oleh petani di Kelompok Aneka Tani, dengan jumlah populasi tidak dari 1.200 tanaman melon dan sampai saat ini sudah panen sebanyak 7,8 ton.

Dengan terus berproduksinya para petani, kebutuhan pangan khususnya sayuran dan buah untuk masyarakat di Kota Banjarbaru dapat dipenuhi dengan harga yang wajar. 

Hal ini sangat membantu kondisi masyarakat yang umumnya saat ini merasakan kondisi perekonomian yang mengalami kelesuan.[advertorial]

Posting Komentar

0 Komentar