Pasca Lebaran, Petani Kotabaru Gotong Royong Tanam Padi

KOTABARU - Situasi pandemi Covid-19 yang belum berakhir ini, tampaknya tidak menyurutkan langkah Dinas Pertanian (Distan) Kotabaru, BPP Kostratani, PPL hingga petani dalam menyediakan pangan. 

Apalagi mereka harus diakui memang sebagai garda terdepan dalam memenuhi kebutuhan pangan rakyat Indonesia.

Kementan sesuai arahan Presiden Jokowi dituntut melakukan langkah konkret untuk menjamin ketersediaan pangan, terutama di masa pandemi ini.

Menindaklanjuti hal tersebut, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) di ruang rapat Agriculture War Room (AWR), menyapa seluruh perangkat pertanian dan petani di daerah melakukan kegiatan tanam.

“Tantangan nyata saat kondisi Covid-19 ini adalah Medical Solution dan Food Security. Persiapan pangan adalah solusi Covid-19. Oleh karena itu kita harus bekerja lebih keras, lebih terpadu dan lebih gotong royong agar makanan rakyat bisa terjamin,” ujar Mentan SYL.

Menindaklanjuti arahan Mentan SYL, Distan Kotabaru, BPP Kostratani, PPL dan petani pun melakukan gotong royong penanaman padi. 

Kegiatan gotong royong penanaman padi di Desa Pudi Seberang, Kecamatan Kelumpang Utara, Kabupaten Kotabaru sendiri dilakukan pada 26 Mei 2020 atau 2 hari pasca lebaran Idul Fitri. 

PPL setempat, M. Syarkawi mengatakan, luasan hamparan yang ada sekitar 25 hektare, dan melalui kegiatan gotong royong saat ini telah tertanam 23 hektare.

Gotong royong merupakan identitas bangsa Indonesia untuk bekerja bersama-sama untuk mencapai suatu hasil yang dituju.

Gotong royong juga sebagai bentuk solidaritas sosial yang terjadi dalam kehidupan masyarakat, terutama mereka yang membentuk komunitas-komunitas. Karena dalam komunitas seperti ini akan terlihat dengan jelas aktivitas saling bahu-membahu. 

Gotong royong terjadi dalam beberapa aktivitas kehidupan, seperti gotong royong dalam bentuk gotong royong dapat terjadi di lahan pertanian yang berada di wilayah pedesaan berupa curahan tenaga pada saat membuka lahan sampai mengerjakan lahan pertanian dan diakhiri saat panen.

Bantuan dari orang lain seperti ini harus dikembalikan sesuai dengan tenaga yang orang lain berikan. Hal ini terus menerus terjadi yang akhirnya menjadi ciri masyarakat, terutama yang memiliki mata pencaharian agraris. 

“Kegitan tanaman padi varietas inpari 39 di lokasi Kelompok Tani Maju Bersama melalui Program PMI (Peningkatan Mutu Intensifikasi),” pungkasnya.[advertorial]

Posting Komentar

0 Komentar