Percepat Tanam, Petani PPU Olah Tanah dengan Alsintan

PENAJAM - Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) baru-baru ini meresmikan gerakan percepatan tanam di seluruh Indonesia. 

Ini dilakukan karena berdasarkan laporan BMKG sebelumnya dan arahan dari Presiden Joko Widodo bahwa akan ada beberapa daerah yang akan mengalami kemarau lebih kering dari biasanya.

Mentan SYL dalam arahannya menyampaikan, ada beberapa cara yang dilakukan dalam menghadapi hal tersebut, yakni dengan melakukan percepatan penanaman secara maksimal, mempersiapkan lahan-lahan pertanian yang ada sehingga yang sudah panen disiapkan untuk tanam kembali.

Ia menegaskan kembali dalam menghadapi pandemi covid-19, pemerintah dan semua pihak terkait harus tetap menjaga ketersedian pangan untuk 267 juta jiwa penduduk Indonesia.

Selaras dengan arahan Mentan, Kepala BPPSDM Pertanian, Prof Dedi Nursyamsi menegaskan, masalah pangan adalah masalah yang sangat utama yang menentukan hidup matinya suatu bangsa, di mana petani harus tetap semangat tanam, semangat olah dan semangat panen. Hal ini membuktikan pertanian tidak pernah berhenti ditengah wabah covid-19.

Berdasarkan arahan Mentan dan Kepala BPPSDMP dan mengantisipasi prakiraan dari BMKG mengenai datangnya musim kering lebih awal dan peluang musim kamarau lebih panjang pada tahun ini, petani Desa Sesulu Kecamatan Waru Kabupaten Penajam Paser Utara Provinsi Kalimantan Timur lakukan percepatan tanam.

Dengan pendampingan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), Paidah Riansyah semua kelompok tani (Poktan) di Desa Sesulu yang termasuk dalam wilayah kerja  Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Petung sudah mulai lakukan pengolahan lahan dan pembibitan padi. Untuk mempercepat pengolahan dilakukan dengan menggunakan traktor roda 2. 

"Sampai saat ini petani di Desa Sesulu sudah tanam padi 10 hektare, selanjutnya 15 hektare sudah siap tanam, namun penanaman masih menunggu bibit siap pindah, Varietas yang digunakan adalah Inpari 32,” terang Riansyah melalui sambungan telepon.

Lebih lanjut disampaikan oleh Riansyah, untuk musim tanam ke-2 ini direncanakan penanaman seluas 300 hektare dari total potensi lahan di Desa Sesulu seluas 305 hektare. Untuk lahan 5 hektare tidak bisa ditanami karena kering. Sawah di Desa Sesulu merupakan sawah tadah hujan.

Petani juga garda terdepan dalam melawan Covid-19 ini, penyuluh bersama petani bertekad menjaga ketersediaan kebutuhan pangan walau pandemi Covid-19. 

"Kami tetap ke turun ke sawah mendampingi petani mengikuti protokol pencegahan Covid-19, jaga jarak aman, pakai masker, dan selalu menjaga kebersihan tangan, serta kesehatan," pungkas Riansyah.[advertorial]

Posting Komentar

0 Komentar