BANJARMASIN - Di tengah riuh pengunjung kawasan Siring Menara Pandang, berdiri sebuah bangunan kayu ulin yang tampak tenang dan bersahaja. Bangunan yang dikenal sebagai Rumah Anno ini telah berdiri sejak 1925 dan menjadi saksi perjalanan panjang sejarah serta budaya Banjar.
Sejak 24 Mei 2025, bangunan bersejarah yang terletak di Jalan Pierre Tendean tersebut bertransformasi menjadi Banjarmasin Culture Hub, sebuah ruang budaya yang menyimpan memori kolektif masyarakat Banjar sekaligus menjadi sarana edukasi budaya bagi publik.
Banjarmasin Culture Hub dibuka untuk umum setiap hari, mulai Senin hingga Minggu, pukul 08.00 hingga 22.00 WITA. Antusiasme pengunjung biasanya meningkat pada akhir pekan dan hari libur nasional.
Dalam satu pekan, jumlah pengunjung diperkirakan dapat mencapai lebih dari 100 orang, terdiri dari wisatawan, pelajar, hingga masyarakat umum yang tertarik mengenal budaya Banjar lebih dekat.
Memasuki bagian dalam bangunan, pengunjung disuguhi beragam koleksi yang merepresentasikan kekayaan budaya Banjar. Mulai dari pakaian adat pengantin khas Banjar Baamar Galung Pancar Matahari, pelaminan tradisional Banjar, hingga berbagai motif kain Sasirangan seperti Jukung Tambangan, Tulang Walut, Bayam Raja, Galumbang, Hiris Pudak, dan Kambang Sakaki.
Selain itu, ditampilkan pula miniatur berbagai jenis rumah adat Banjar, antara lain Gajah Manyusu, Gajah Baliku, Bubungan Tinggi, Palimasan, Cacak Burung, Palimbanga, Balai Laki, Balai Bini, Bangun Gudang, Anjung Surung, serta Tadah Alas. Miniatur tersebut menjadi media visual yang memudahkan pengunjung memahami ragam arsitektur tradisional Banjar yang sarat makna filosofis.
Di ruangan yang sama, terdapat replika perahu tambangan, moda transportasi tradisional masyarakat Banjar yang sejak lama menjadi denyut utama aktivitas sungai. Perahu ini digunakan untuk mengangkut penumpang maupun barang dagangan seperti hasil kerajinan, buah-buahan, serta makanan dan minuman, yang menggambarkan eratnya hubungan masyarakat Banjar dengan sungai.
Sebagai ruang pembelajaran budaya, Banjarmasin Culture Hub juga kerap dikunjungi pelajar. Salah satunya Mira Soraya (14), siswi SMP Negeri 2 Banjarmasin, yang datang bersama enam orang temannya untuk keperluan pembuatan video bertema kearifan lokal.
“Fasilitasnya sudah lengkap, ada pelaminan dan baju-baju khas Banjar. Pelayanannya juga ramah, tapi ke depan mungkin bisa lebih di-upgrade lagi,” ujarnya pada Selasa (27/1/2026).
Tak hanya sebagai tempat wisata dan edukasi, Banjarmasin Culture Hub juga dapat dimanfaatkan masyarakat untuk berbagai kegiatan. Sigit, petugas informasi di Banjarmasin Culture Hub, menjelaskan bahwa ruang tersebut dapat dipinjam secara gratis dengan mengajukan surat izin.
“Bisa dipinjam untuk kegiatan tertentu, biasanya menggunakan surat izin terlebih dahulu. Pengajuannya ke lantai 2 Menara Pandang,” jelasnya.
Meski berada di kawasan wisata unggulan Kota Banjarmasin, keberadaan Banjarmasin Culture Hub masih kerap luput dari perhatian masyarakat. Minimnya informasi dan edukasi membuat sebagian warga belum mengetahui bahwa Rumah Anno terbuka untuk umum dan dapat diakses bebas.
Hal tersebut dirasakan Serly (24), warga Banjarmasin Tengah, yang mengaku baru mengetahui bahwa bangunan tersebut dapat dikunjungi. “Di pintu masuk seperti tidak ada penanda yang jelas. Saya sebagai orang Banjarmasin juga baru tahu kalau Rumah Anno ini bisa dimasuki oleh umum,” tuturnya.
Menanggapi hal itu, Sigit menjelaskan bahwa awalnya akses masuk Banjarmasin Culture Hub berada di sisi Siring Menara Pandang. Namun, setelah adanya pembangunan panggung di kawasan tersebut, pintu masuk dialihkan ke bagian belakang bangunan yang menghadap area parkir. Perubahan akses ini membuat keberadaan Banjarmasin Culture Hub menjadi kurang terlihat dari area siring.
Ke depan, Sigit berharap agar Banjarmasin Culture Hub dapat tampil dengan wajah yang lebih segar dan terbuka, sehingga mampu menarik minat masyarakat untuk lebih mengenal dan mencintai warisan budaya Banjar. “Kalau tampilannya sedikit diubah dan informasinya diperjelas, tentu akan lebih menarik pengunjung,” pungkasnya.[zahidi]
Tags
metro kota
