Pintu Penjagaan di Pos Ini Tanpa Pemeriksaan Kesehatan

BANJARMASIN - Pintu masuk pos Penjagaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Kota Banjarmasin di Handil Bakti, tampak tanpa pemeriksaan kesehatan terhadap warga yang masuk.

Kondisi ini sangat disesalkan Anggota DPRD Kota Banjarmasin Suyato dan Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, HM Rosehan NB yang sengaja memantau kondisi terbaru di Pos PSBB Handil Bakti, Sabtu (15/5/2020) malam.

Menurut Suyato yang juga termasuk tim Gugus Tugas Covid-19 Banjarmasin ini, Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) saat rapat bersama dengan wakil rakyat Banjarmasin menyebutkan akan menyiapkan sedikitnya tujuh alat kesehatan, berupa thermo gun untuk petugas di masing-masing pos, sehingga dapat mencek kondisi tubuh warga yang melintas masuk.

Namun kenyataannya, lanjut Suyato, apa yang disebut-sebut Kadis Kesehatan tersebut tidak ada satu alat thermo gun, padahal dinas tersebut dikucurkan dana paling besar sebesar Rp38 miliar.
 
"Saat rapat dengan kami mereka mengatakan akan menyiapkan tujuh thermo gun, tetapi kenyatanya di lapangan tidak terlihat, para petugas menggunakan, hanya mencek identitas dan pengendara saja," ujarnya, saat mengunjungi pos jaga PSBB Handil Bakti. 

Politisi PDIP ini meminta Pemko Banjarmasin melalui Dinas Kesehatan, secepatnya menyediakan alah cek kesehatan berupa alat thermo gun tersebut kalau tidak ingin petugas di lapangan terkena virus corona tersebut.

Pasalnya, petugas di pintu masuk penerapan PSBB jilid dua ini, mereka hanya mengecek identitas saja, seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP), tetapi suhu tubuh dan kesehatan warga masuk, tidak terindeksi secara akurat, artinya petugas sangat reskan berpotensi terkena virus tersebut. 

"Kalau melakukan cek kesehatan di sini, maka akan ketahuan ketika warga melintas masuk bagaimana keadaan atau kondisi tubuhnya. Apabila kondisi tubuh memang di atas rata-rata, petugas bisa meminta putar balik atau bisa kita tangani langsung dan kita lakukan tindakan kesehatan," tegasnya. 

Namun demikian, pria akrab disapa Koh Awi ini mengungkapkan, dirinya mengapresiasi penjagaan pos PSBB, yang dijalankan petugas di setiap check point yang ada.

"Mereka sudah bekerja keras. Penjagaan juga sudah diperketat mereka. Semua dijalankan sesuai prosedur," ungkapnya.[toso]

Posting Komentar

0 Komentar