Start Up Muda Ini Buktikan Sukses Berkat Brewbagi Coffee and Roastery

SAMPIT - Kementerian Pertanian (Kementan) melakukan berbagai upaya untuk mewujudkan regenerasi pertanian. Salah satunya melalui program Penumbuhan Wirausaha Muda Pertanian (PWMP). 

PWMP menjadi program andalan Kementan dalam rangka regenerasi petani. Melalui program ini diharapkan generasi milenial berani menjadi seorang petani atau mendirikan start up di bidang pertanian. 

Hal ini bukanlah sesuatu yang mustahil, di mana kaum milenial saat ini mulai sadar bahwa pertanian adalah tambang emas tanpa batas jangka panjang.

"Ke depan, generasi muda pertanian bukanlah pekerja bidang pertanian, tetapi menjadi pelaku usaha pertanian. Regenerasi petani menjadi hal yang penting dan utama sekarang ini," ujar Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) melalui keterangan tertulis, Minggu (10/5/2020).

Ungkapan Mentan SYL tentang regenerasi pertanian ini tampak berbuah manis. Setidaknya stigma lulus menempuh pendidikan tinggi, meraih predikat sarjana dan memilih dunia perkantoran sebagai tanda kesuksesan, tidak berlaku bagi Rizky Kurnianto.

Duta Petani Milenial perwakilan Kalimantan Tengah berusia 23 tahun ini mengaku bangga menyandang gelar Diploma IV jurusan Penyuluh Pertanian hingga memilih berkarya di kampung halaman, tepatnya di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur.

Pemuda kelahiran Kota Sampit ini sendiri memilih berwirausaha Cofee dan Roastery. Pengalaman wirausaha selama masa kuliah di Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Yogyakarta, semakin memperkuat keinginan Rizky untuk fokus menekuni sektor pertanian.

Pemuda yang akrab disapa Iky ini mengaku mengapa terjun ke industry coffe, karena passion dan kesenangan dirinya ada di tempat usaha bernama “Brewbagi Coffee dan Roastery”. 

Di tempat usahanya yang beralamat di jalan HM Arsyad, Teratai 5 Kecamatan Mentawa Baru Ketapang ini, Iq dibantu tiga pegawai.

Dengan berjualan coffee dan roastery, Iky mampu meraih omzet Rp8 hingga 10 juta per bulan. Dengan modal awal Rp50 juta yang sebagian didapat dari program PWMP Kementan tahun 2019.

Dalam menjalankan usahanya Rizky bekerja sama dengan industri roti yang ada di Kota Sampit. "Biar kita sama-sama bisa berkembang dan bertumbuh," imbuhnya.

Keberhasilan Rizky merupakan sederet keberhasilan generasi milenial yang sukses di dunia pertanian. 

”Usaha ini sedang dalam masa bertumbuh dan bekembang, harus ada dukungan agar industri coffee bisa maju secara bersama sama, untuk apa kedai A maju jika kedai B biasa biasa aja, Salam amazing," tutur Rizky.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dedi Nursyamsi mengatakan, dibutuhkan sekelompok anak muda yang memiliki loyalitas dan integritas untuk memajukan pertanian Indonesia.

Sudah saatnya, lanjut Dedi, pertanian dikelola oleh generasi milenial yang menggunakan kreativitas dan inovasinya, sehingga pertanian ke depan menjadi pertanian modern yang tak hanya untuk memenuhi kebutuhan dalam negerinya, tetapi juga berorientasi ekspor. 

"Saat ini kita telah memiliki banyak petani milenial sekaligus enterpreneur di bidang pertanian," papar Dedi.[advertorial]

Posting Komentar

0 Komentar