Siapkan Ketersediaan Pangan, Poktan dan Penyuluh di Nunukan Buka Lahan Tidur

NUNUKAN - Menteri Petanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) menegaskan kepada seluruh insan pertanian bahwa di tengah pandemi Covid-19, petani dan penyuluh harus tetap menyediakan kebutuhan pangan sehingga tidak terjadi krisis pangan.

"Walau dalam kondisi pandemi Covid-19, don't stop, maju terus. Pangan harus tersedia dan rakyat tidak boleh bermasalah pangan. Setelah panen segera lakukan percepatan tanam, tidak ada lahan yang menganggur selama satu bulan," pinta Mentan Syahrul.

Tak hanya itu, Mentan SYL juga minta pejabat daerah beserta jajarannya memastikan ketersediaan pangan di daerah masing-masing. Hal ini dilakukan untuk memastikan ketersediaan pangan nasional aman dan terkendali dengan baik.

Menyikapi arahan Mentan, dalam keadaan berpuasa dan ancaman wabah Covid-19, tidak membuat petani patah semangat.

Seperti yang dilakukan Kelompok Tani (Poktan) Suka Tani dan Rasa Sayang di Desa Binusan, Kecamatan Nunukan, Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara. Petani dan penyuluh terus bergerak untuk melaksanakan kegiatan produksi (on farm) tanam padi sawah.

Petani bersama Penyuluh, Senin (11/05/2020) menanam padi sawah varietas inpari 39 di lahan milik Ketua Poktan, Yohanes Sampe dan Yunus Kalla Gerson seluas 2 hektare.

Yonatan Banne SP, penyuluh Kostratani BPP Nunukan menyampaikan, lahan yang ditanami ini adalah lahan belukar yang sudah lama tidak ditanami atau lahan tidur. 

"Saluran irigasi tidak ada, namun petani tetap semangat untuk menanam padi, sehingga kami menggunakan mesin pompa air untuk mengairi sawah," ungkap Yonatan.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi berpesan agar penyuluh dan petani tetap bekerja sesuai protokol kesehatan pencegahan Covid-19, yaitu rajin mencuci tangan, menjaga jarak, mengurangi kerumunan orang, dan berjemur pagi hari sambil bekerja di lahan pertanian.  
  
“Masyarakat Indonesia semua butuh pangan. Dari pangan yang sehat dan bergizi maka akan membuat imunitas tubuh yang kuat, otomatis membuat bangsa kita sehat," tutur Dedi. 

Menurutnya, ketersediaan pangan dan olahan yang sehat itu semua berkat pahlawan pertanian, sebagai pejuang dalam melawan covid-19 ini. Tentunya tetap mengikuti protokol pencegahan covid-19, jaga jarak aman, pakai masker, dan selalu menjaga kebersihan tangan, serta kesehatan.[advertorial]

Posting Komentar

0 Komentar