Mengeluh Sakit Perut dan Ambeien, Pasutri Ini Malah Positif Covid-19

PULANG PISAU - Pasangan suami istri (pasutri) di wilayah kelurahan Pulang Pisau, Kecamatan Kahayan Hilir, Kabupaten Pulang Pisau, Provinsi Kalimantan Tengah dinyatakan positif virus Corona atau Covid-19.

Pasutri itu dinyatakan positif Covid-19 setelah berkali-kali dirapid test hasilnya reaktif, dan setelah dilakukan dua kali tes swab hasilnya juga positif.

Itu disampaikan Jubir Tugus Covid-19 Pulang Pisau, dr Muliyanto Budihardjo saat dikonfirmasi wartawan media ini, Minggu (7/6/2020) via telepon WhatsApp-nya.

"Pasutri ini dinyatakan positif Covid-19 dari hasil tes swab selama dua kali. Sehingga dengah ini menambah pasien positif bertambah menjadi sembilan orang yang sebelumnnya tercatat tujuh orang," ucapnya.

Menurut dr Mul begitu sapaan akrab pria yang menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pulang Pisau mengungkapkan, pasutri positif Covid-19 ini kondisinya memang sangat serius. 

Awalnya, lanjutnya dr Mul, pasien ini datang ke RSUD Pulang Pisau tidak dengan keluhan batuk dan pilek maupun demam, melainkan sakit perut dan ambeien.

Setelah dilakukan rontgen, hasilnya menurun dan trombositnya agak mencurigakan. Lalu, pihaknya melakukan rapid test berkali-kali dan hasilnya reaktif. 

Tiga hari kemudian istrinya masuk rumah sakit dengan keluhan sesak napas, langsung dirapid tes hasilnya reaktif, suami istri tersebut masuk dalam PDP, dan dirawat di RSUD Pulang Pisau.

"Yang pastinya ini bukan transmisi lokal, mungkin mereka pernah kontak langsung dengan orang terpapar Covid-19. Untuk riwayat perjalananan masih kita selidiki, dan kabar terkahir istrinya meninggal dunia tadi malam, dan suaminya kondisinya kritis," bebernya.

Dengan adanya kasus ini, dirinya berharap kepada seluruh pihak, agar jangan ada yang meremehkan wabah Corona ini, tetap jalankan anjuran pemerintah. 

"Sayangi keluarga maupun kerabat kita, karena virus ini sangat berbahaya sekali. Iya kalau imunitas tubuh kita kuat, yang kasian itu orang-orang tua, apalagi sudah ada penyakit bawaan," pintanya.[metrokalimantan]