Demi Kelancaran Pelayanan, Masyarakat Mampu Diminta Gunakan Bahan Bakar Non Subsidi

Grapena, BANJARMASIN - Ketulusan dalam melayani menjadi bagian tak terpisahkan dari Pertamina agar distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) maupun Bahan Bakar Gas (BBG) benar-benar sampai ke masyarakat.

Untuk memastikan pelayanan itu, manajemen bersama mitra Pertamina tak henti-hentinya mengimbau masyarakat menggunakan BBM maupun BBG sesuai dengan peruntukkannya. 

Sebut saja, seperti BBM atau BBG bersubsidi. Sudah diketahui bersama, kuota BBM maupun BBG bersubsidi disesuaikan dengan kebutuhan yang diusulkan pihak pemerintah daerah. 

Alhasil, saat masyarakat atau konsumen yang tergolong mampu alias tak masuk kategori penerima subsidi tetap menggunakan bahan bakar bersubsidi, muncul masalah kelangkaan bahan bakar di masyarakat.

Sales Branch Manager Rayon V Kalselteng, Ayub Mukti Aditama, Sabtu (17/10/2020) mengatakan, kebutuhan bahan bakar minyak dan gas memang ditujukan kepada semua masyarakat, siapa pun yang membeli.

Hanya saja, lanjutnya, ada aturan untuk BBM maupun BBG bersubsidi. Karena untuk bahan bakar bersubsidi sangat terbatas dan diperuntukkan bagi kalangan ekonomi menengah ke bawah.

"Untuk subsidi tentunya ada masyarakat yang berhak. Otomatis ada juga tak berhak. Pastinya semua tetap dilayani dengan baik," jelasnya.

Ayub mengimbau masyarakat yang masuk golongan tak berhak mendapat subsidi untuk menggunakan bahan bakar non subsidi. 

"Jika pendapatan sudah di atas UMK (Upah Minimum Kabupaten/Kota, red), gunakanlah yang non subsidi. Setidaknya ada kurang lebih 300.000 KK miskin di 13 kabupaten/kota di Kalsel," katanya.

Sementara itu, pelayanan dengan tulus juga didapati di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Sabilal Muhtadin Banjarmasin. Dengan senyum dan ramah, petugas SPBU di lokasi ini melayani hingga konsumen merasa nyaman dan puas.

"Di sini pelayanannya ramah, tulus. Sesuai yang dikehendaki," sebut salah seorang konsumen SPBU Sabilal Muhtadin, Mujiono.

Menurut Mujiono, tak ada kendala saat dirinya sering mengisi premium di SPBU ini. Kalau pun stok BBM habis, petugas biasanya menyampaikannya dengan sopan.

"Jadi normal-normal saja, tak ada komplin. Semoga pelayanan yang sudah baik ini tetap lebih baik," imbuhnya.

Pengawas SPBU Sabilal Muhtadin, Agus Salim mengaku selalu terbuka bagi masyarakat atau konsumen mana pun yang mau mengisi BBM di SPBU-nya. Apalagi sejauh ini tak ada kendala atau masalah, termasuk keluhan konsumen.

"Semua masyarakat yang mengisi BBM di sini kami layani dengan baik. Manajemen juga selalu menekankan kepada petugas pengisian agar melayani dengan tulus, sopan atau ramah dan membuat pelanggan nyaman," beber Agus.

Selama pengiriman dari Pertamina ke SPBU lancar, lanjut Agus, tentu distribusi ke pelanggan juga lancar. Untuk distribusi dari Pertamina sendiri, sejauh ini masih berjalan lancar dan sesuai jadwal.(puadi)

Posting Komentar

0 Komentar