Percepat Olah Tanah Food Estate, BBPP Binuang Gelar Pelatihan

KUALA KAPUAS - Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) menegaskan Food Estate adalah bentuk keseriusan pemerintah untuk menjaga ketahanan pangan masyarakat.

Menurutnya, ketersediaan pangan untuk rakyat adalah suatu hal yang mutlak harus disiapkan oleh pemerintah.

Dalam arahannya pada 12 September 2020 lalu saat meninjau kesiapan lahan Food Estate, SYL menyampaikan untuk persiapan semua lokasi di areal Food Estate harus tergarap dengan mengerahkan semua Alsintan dan dibantu oleh masyarakat secara padat karya. 

“Minimal satu Alsintan dapat menggarap 2 hektar per hari, kalo bisa sampai 4 hektar per hari,” tegas SYL.

Dirjen PSP Kementan, Sarwo Edhy dalam kunjungan ke lokasi Food Estate di Pulang Pisau, Kalimantan Tengah beberapa waktu lalu mengatakan, Kementan akan melakukan percepatan olah tanah sehingga benar-benar siap untuk tanam perdana oleh Presiden pada 26 September nanti.

Dalam rangka mendukung program Food Estate di Kalimantan tengah, khususnya percepatan olah tanah, Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Binuang kembali menyelenggarakan pelatihan operasional dan perawatan alsintan Pra panen.

Pelatihan diselenggarakan selama 3 hari mulai tanggal 28 hingga tanggal 30 September 2020. diikuti sebanyak 30 peserta yang terdiri atas kelompok tani, penyuluh dan Babinsa 

Dalam sambutannya, Kepala BBPP Binuang, Dr Ir Yulia Asni Kurniawati M.Si menekankan agar momentum pelatihan operasional dan perawatan tersebut dapat dimanfaatkan oleh peserta secara optimal

“semoga setelah mengikuti pelatihan ini, Alsintan yang tersebar di wilayah Kapuas barat dapat segera dioperasionalkan. Dan dapat dimanfaatkan secara optimal selain operasional juga harus dirawat,” tegas Yulia.

Budi Putra Widyaiswara dari BBPP Batangkaluku turut terlibat dalam pelatihan tersebut. Ia selalu menekankan agar selalu mengikuti petunjuk dan prosedur operasional.

“Selama kegiatan peserta diberikan kesempatan untuk mempraktekkan semua jenis alsintan pra panen yang terdiri dari traktor roda 4, roda 2 dan rice transplanter,” tutur Budi.

Soleh Wahyudi, Widyaiswara BBPP Binuang sekaligus fasilitator menambahkan, pelatihan yang terselenggara cukup terbatas waktunya.

“Keterampilan yang telah didapatkan dari pelatihan harus kembali diasah lagi dan juga harus disebarluaskan kepada petani lainnya,” tambahnya.

Selama kegiatan peserta dilatih mulai dari teknis operasional sesuai prosedur juga teknis cara perawatan yang harus dilakukan baik traktor roda 4, traktor roda 2 maupun Rice Transplanter.

“Kami harap ilmu dan keterampilan yang didapat segera diimplementasikan dalam rangka program Food Estate yang sedang bergulir saat ini,” pungkas Soleh.[adv]

Posting Komentar

0 Komentar