Pertama di Kalsel, Plt Gubernur Apresiasi ODF BABS Tabalong

BANJARBARU - Open Defecation Free (ODF) terbebas dari Buang Air Besar Sembarangan (BABS) diresmikan di Kabupaten Tabalong. Langkah ini apresiasi Plt Gubernur Kalimantan Selatan, Rudy Resnawan, mengingat Tabalong merupakan daerah ODF pertama di Kalsel.

“Baru ada tiga daerah ODF di Kalimantan dan salah satunya Kabupaten Tabalong yang pertama di Kalsel. Ini adalah suatu prestasi bagi kita dan semoga menjadi awal yang baik agar kedepannya daerah di Kalsel dapat terbebas dari BABS, sehingga Kalsel menjadi provinsi ODF,” terang Rudy, Selasa (13/10/2020).

Pemprov Kalsel tentu sepenuhnya mendukung pencapaian Tabalong sebagai daerah ODF, dan diharapkan Tabalong dapat meraih penghargaan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Award 2020.

“Dengan ODF yang berhasil dicapai jangan membuat kita menjadi lengah. Terus awasi dan berikan sosialisasi maupun edukasi kepada masyarakat sehingga perilaku BABS ini benar-benar tidak terjadi lagi. Daerah kita juga terhindar dari pencemaran lingkungan maupun dampak lainnya,” jelasnya.

Menurutnya, untuk mengubah perilaku masyarakat dalam membuang air besar yang sesuai dengan tuntutan kebersihan dan kesehatan, tentu tidak mudah. Apalagi daerah Kalsel banyak memiliki sungai yang dijadikan sebagian dari masyarakat untuk beraktifitas MCK (Mandi, Cuci dan Kakus). 

Kendati demikian, usaha akan terus dilakukan untuk mengubah dan membiasakan masyarakat agar membuang air besar di jamban yang sehat. 

Dengan demikian, pemerintah terus melakukan upaya pencegahan dengan memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, terkait penerapan protokol kesehatan dan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

“Sekarang usaha yang kita lakukan mulai terlihat hasilnya, di mana Kabupaten Tabalong bisa membuktikan bahwa kita bisa membebaskan daerah kita dari BABS,” bebernya.

Upaya terus dilanjutkan untuk mencapai tahap sanitasi total. Selain terbebas dari perilaku BABS, juga terbiasa mencuci tangan pakai sabun dengan benar, pengelolaan makanan dan minuman rumah tangga, pengelolaan sampah dan limbah cair rumah tangga.

Rudy mengharapkan hal ini dapat menjadi stimulus bagi daerah lain agar menjadi daerah ODF, daerah yang terbebas dari perilaku BABS.

“Dinas Kesehatan Provinsi maupun Kabupaten/Kota di Kalsel agar terus berupaya mewujudkan daerah-daerah di Kalsel terbebas dari perilaku BABS dan menjadi daerah ODF bahkan bisa mencapai tahap sanitasi total,” tutupnya.[fuad]

Posting Komentar

0 Komentar