Support Food Estate Kalteng, BBPP Binuang Gelar Pelatihan P2L

KUALA KAPUAS - Pembangunan ketahanan pangan adalah mencapai ketahanan di bidang pangan dalam kondisi terpenuhinya pangan bagi setiap individu atau rumah tangga dari produksi pangan nasional. 

Ini harus tercermin dari tersedianya pangan yang cukup, jumlah dan mutu, aman, merata dan terjangkau di seluruh wilayah Indonesia.  

Salah satu langkah yang dilaksanakan untuk mencapai ketahanan pangan tersebut adalah dengan dikembangkannya program Food Estate atau lumbung pangan baru di Provinsi Kalimantan Tengah, tepatnya di Kabupaten Kapuas dan Pulang Pisau.
 
Dijelaskan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin limpo (SYL), pengembangan Food Estate ini merupakan upaya pemerintah untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional. Juga sebagai langkah antisipasi yang melibatkan timbulnya krisis pangan
         
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi menyatakan, salah satu keberhasilan pertanian berada pada sumber SDM yang unggul, posisi SDM menjadi vital karena hampir 50 persen menjadi kunci keberhasilan pertanian. Dengan berbagai program pelatihan yang diberikan diharapkan dapat meningkatkan sumber daya manusia tersebut.

Sebagai salah satu bentuk dukungan konkret terhadap program Food Estate tersebut, Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Binuang memberikan pelatihan (Diklat) Pekarangan Pangan Lestari (P2L)

Pelatihan dilaksanakan selama 3 hari dari 6 hingga 8 Oktober 2020 yang bertempat di BPP Basarang, Kecamatan Basarang, Kabupaten Kapuas. Pelatihan dibuka langsung oleh Camat Basarang.

Fasilitator dalam pelatihan ini adalah Widyaiswara BBPP Binuang, Susmawati SP MP, Cece Mulyana SP MP dari BBPP Lembang dan Irawati POPT Kabupaten Kapuas.

Pelatihan ini diikuti 30 peserta dari 6 Kelompok Tani (Poktan) dari Desa Tambun Raya yang merupakan calon penerima bantuan Hortikultura Sayuran, dengan luas lahan 40 hektare utnuk mendukung program Food Estate.
              
Dalam kesempatan tersebut, Kepala BBPP Binuang Dr Ir Yulia Asni Kurniawati M.Si, menyatakan bahwa pekarangan bisa dijadikan sebagai pemenuhan kebutuhan pangan keluarga. 

"Dengan menanam, berarti kita akan memanen. Dan ini penting untuk pangan keluarga," jelasnya.

Lebih jauh ibu yang akrab dipanggil Yulia ini menyatakan bahwa Pekarangan Pangan Lestari (P2L) merupakan salah satu upaya yang dilakukan untuk mendorong pemanfaatan lahan pekarangan sebagai sumber daya atau aset yang dimiliki keluarga untuk memenuhi kebutuhan pangan.

Pemanfaatan pekarangan dapat meningkatkan penyediaan sumber pangan keluarga yang beraneka beragam, bergizi, seimbang dan aman (B2SA), meningkatkan kualitas konsumsi masyarakat, meningkatkan pendapatan rumah tangga, meningkatkan akses pangan keluarga.

"Dengan tercapainya ketahanan pangan di tingkat keluarga berarti kita juga turut mendukung Food Estate,” imbuhnya.[susmawati]

Posting Komentar

0 Komentar