Bersama Orangtua Siswa, SMK-PPN Banjarbaru Bahas Pembelajaran Tatap Muka

BANJARBARU - Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan merencanakan pembelajaran tatap muka dengan memenuhi syarat tertentu. 

Untuk itu, SMK-PP Negeri Banjarbaru menyikapi dengan mempersiapkan pembelajaran tatap muka Tahun Pelajaran 2020/2021.

Persiapan diawali dengan rapat bersama dengan orangtua atau wali siswa Kelas X secara daring pada Senin (21/12/2020) kemarin, bertempat di Agriculture Operation Room (AOR) SMK-PP Negeri Banjarbaru.

Kepala Sekolah SMK-PP Negeri Banjarbaru, Budi Santoso mengungkapkan, untuk pembelajaran tatap muka berdasarkan dari Dinas Pendidikan (Diknas) Provinai ini ada beberapa hal yang harus diperhatikan.

“Mengawali pembelajaran tatap muka nanti akan disiapkan dan dinilai oleh pengawas sekolah, bagaimana kesiapan sekolah, baru semuanya disampaikan ke Dinas Pendidikan, dan disitu disetujui atau tidaknya," ungkapnya.

Selain itu, lanjutnya, ada tambahan lain, yakni harus ada izin dari Kementerian Pertanian. 

"Jadi ada 2 izin yang kita harus dapatkan untuk menyelenggarakan pembelajaran tatap muka," tambah Budi.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Abdul Wahid menambahkan, lembelajaran tatap muka dan praktik hanya diizinkan oleh Diknas hanya 5 orang per harinya.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Patmawati melanjutkan, siswa yang mengikuti pembelajaran harus disetujui orangtua yang nanti dikirimkan link berupa setuju atau tidak pembelajaran tatap muka. 

"Nanti siswa sebelum masuk asrama akan di swab antigen, dan disediakan gratis oleh sekolah," imbuhnya.

Terakhir, Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana Prasarana, Edi Irpani menjelaskan, pihak sekolah akan mempersiapkan sarana prasarana sesuai persyaratan dari Diknas, dan sesuai dengan protocol kesehatan Covid-19.

Rencana pembelajaran tatap muka ini juga mengacu pada Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo yang mengajak seluruh insan pendidikan vokasi pertanian untuk beradaptasi dalam menghadapi Covid-19. 

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan, Dedi Nursyamsi menjelaskan, pendidikan vokasi pertanian ditujukan untuk membangun milenial pertanian Indonesia yang berkualitas, segala inovasi yang diciptakan tenaga pendidik maupun kependidikan untuk menunjang proses pembelajaran di sekolah vokasi patut kita apresiasi.

Sebagai sekolah pendidikan vokasi, SMK-PP Negeri Banjarbaru perlu memberikan pembelajaran pengenalan khususnya bagi 63 siswa baru Kelas X. Selain itu, sekolah masih mempersiapkan sarana prasarana untuk visitasi, verifikasi dan persetujuan dari Dinas Pendidikan untuk menggelar pembelajaran tatap muka. 

"Serta tentunya persetujuan dari Kementerian Pertanian sebagai induk dari SMK-PP Negeri Banjarbaru, serta tentunya menunggu hasil jawaban dari pihak orang tua siswa," pungkasnya.[willy/adv]