SMK PPN Sukses Bimtek Petani dan Penyuluh di Palangka Raya

PALANGKA RAYA - Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) SMK-PP Negeri Banjarbaru, telah selesai menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas bagi Petani dan Penyuluh Pertanian di Kota Palangka Raya.

Peserta berjumlah 40 orang yang terdiri dari Penyuluh, Petani, Poktan, Gapoktan dan Koordinator Penyuluh yang ada di wilayah Kecamatan Sebangau, Kota Palangkaraya. Mereka diberikan materi tentang “Usaha Hortikultura Upaya Percepatan Mencapai Kesejahteraan”.

Materi di atas diberikan langsung oleh narasumber dari BPTP Kalimantan Tengah, M Anang Firmansyah. Ini dengan harapan nantinya memotivasi petani untuk tetap semangat membudidayakan produk hortikultura sebagai upaya untuk mempercepat mencapai kesejahteraan.

Seperti apa tanggapan peserta Bimtek di wilayah Kota Palangka Raya kali ini?. Tanggapan pertama diberikan oleh Sentot Triono, Ketua Kelompok Tani Mikro dari Kelurahan Tanjung Pinang, Palangka Raya.

“Saya banyak mendapatkan materi, pengetahuan dan ilmu baru tentang Hortikultura dan bagaimana cara bertanam tanaman hias, cara okulasi, tempel dan memperbanyak tanaman hias. Mudah-mudahan kedepannya kegiatan seperti ini, dalam pembahasan tanaman organik,” ungkap Sentot Triono.

Peserta lainnya, Asep Dwi Sunandar seorang petani milenial  mengungkapkan, motivasi bertani karena sangat sedih melihat kaderisasi petani di Indonesia, maka kita mengapresiasi Menteri Pertanian untuk menumbuhkan kaderisasi petani milenial, sehingga kaderisasi tidak terputus. 

"Adanya Bimtek ini saya mengapresiasi ilmu yang didapat, dapat tukar pengalaman dan kedeapannya Bimtek dapat bersambung lagi," jelasnya.

Lain halnya peserta dari penyuluh pertanian, Christiani Margaretha. “Kami sangat puas sekali, karena saat kita pandemi seperti ini jarang ada kegiatan, karena itu bimtek ini menambah wawasan pengetahuan kami, sehingga ilmu yang kami dapat bisa dibagi dan diterapkan di lapangan," ujarnya.

Digelarnya Bimtek ini merupakan upaya dari Kementan dan Komisi IV DPR-RI dalam meningkatkan Kapasitas bagi Petani dan Penyuluh Pertanian sebagai agen perubahan peradaban pertanian dan peningkatan produktivitas pertanian. 

Dijelaskan Kepala BPPSDMP Kementan, Dedi Nursyamsi, sangat menaruh perhatian terhadap penyuluh, peran penyuluh amat penting bagi dunia pertanian Indonesia khususnya melalui Kostratani.

"Penyuluh sebagai agen perubahan sektor pertanian. Kalau peradaban pertanian kita berubah, itu dipastikan berkat peran dari penyuluh," kata Dedi Nursyamsi. 

Selain itu, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo juga menegaskan pentingnya pemanfaatan Kostratani sebagai garda terdepan penyuluh di kecamatan. 

Menurutnya, dalam upaya mewujudkan ketahanan pangan nasional diperlukan SDM yang berkualitas.

"Terutama kualitas petani dan penyuluh sebagai garda terdepan,” tuturnya.[rilis]

Posting Komentar

0 Komentar