Tingkatkan Kapasitas Penangkar di Bataguh, BBPP Binuang Gelar Pelatihan Produksi Benih Tanaman Padi

PELATIHAN Tematik Berbasis Korporasi Mendukung Food Estate Angkatan III di selenggarakan di Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Bataguh oleh Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Binuang selama tiga hari, mulai 22 hingga 24 Maret 2021.

Pada angkatan ini mengangkat tema mengenai Produksi Benih tanaman Padi dengan peserta para penangkar dan calon penangkar serta penyuluh pertanian di wilayah kecamatan Bataguh Kabupaten Kapuas.

Tema tersebut diambil sebagai dukungan terhadap pengembangan kawasan Food Estate Kalimantan Tengah, terutama dalam hal penyediaan benih padi yang akan digunakan dalam produksi tanaman padi di kawasan Food Estate.

Pelatihan dibuka oleh Koordinator Substantif Penyelenggaraan Pelatihan, Ramadhani Kurnia Adhi. Dalam pembukaan Ramadhani berpesan kepada para peserta bahwa penangkar benih merupakan pekerjaan yang mulia karena menyediakan benih bagi para petani untuk memproduksi tanaman padi. 

"Untuk menjadi seorang penangkar harus memiliki sikap “tega” menghilangkan tipe simpang dari tanaman yang ditanam. Itu merupakan kunci sukses bagi seorang penangkar," jelasnya.

Dalam kegiatan pelatihan dilakukan di dalam ruangan dan di luar ruangan, baik disampaikan secara teori maupun praktek. 

Fasilitator pelatihan ini, yaitu Ramadhani Kurnia Adhi selaku Widyaiswara Balai Besar Pelatihan Pertanian Binuang, Oong Adhari selaku Pengawas Benih Tanaman BPSBTPH Provinsi Kalimantan Tengah dan Somin, praktisi penangkar di kecamatan Bataguh.

Materi yang disampaikan mulai Merencanakan Produksi Benih, Menyiapkan Pertanaman, Memelihara Pertanaman, Panen dan Pasca Panen serta Distribusi Benih. 

Selain teori peserta juga melakukan praktek antara lain seleksi benih, melakukan persemaian dapog, melakukan roguing dan melakukan kunjungan ke gudang pengering benih dengan kapasitas pengeringan mencapai 20 ton.

Di akhir pelatihan  Ramadhani menekankan kembali kepada para peserta untuk memegang prinsip sebagai penangkar dan dan dapat menyebarkan ilmu yang diperoleh di pelatihan ini ke  petani yang lain.

Selain itu Ramadhani juga berharap para penangkar tersebut dapat naik kelas untuk dapat memproduksi kelas benih yang lebih tinggi.[rilis]