Akhirussanah, Wisuda Santri ala Desa Botosari

Ratusan warga mengikuti pawai "Akhirussanah" atau wisuda santri Madrasah Diniyah Karangtengah, Desa Botosari, Pekalongan, Jawa Tengah, Jumat (2/4/2021). | Foto: Junaedi.

PEKALONGAN - Berbagai pertunjukan kesenian turut meramaikan "Akhirussanah" atau wisuda santri Madrasah Diniyah Dukuh Karangtengah, Desa Botosari, Pekalongan, Jawa Tengah, Jumat (2/4/2021). 

Kesenian-kesenian tersebut meliputi: tari kuntulan, dhuror, serta musik angklung dari Karang Taruna Muda Mandiri Desa Botosari. Ada pula pembacaan puisi dan kirab santri yang berpakaian paskibra (pasukan pengibar bendera).

Dikemas dalam bentuk pawai atau karnaval, kegiatan Akhirussanah ini mampu menarik perhatian ratusan warga Desa Botosari dan sekitarnya. Apalagi, sudah setahun tak pernah ada hiburan samasekali akibat pandemi.

Pantauan Grapena.com, sejak pagi warga terlihat sudah berkumpul di Gedung Madrasah Diniyah Karangtengah. Selain hendak menyaksikan seremoni wisuda santri, mereka juga ingin mengikuti para peserta berpawai keliling desa.

Jumlah santri Madrasah Diniyah Karangtengah saat ini tercatat sebanyak 70 orang. Adapun yang menjalani wisuda kemarin berjumlah 11 santri.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan Akhirussanah, panitia menggelar pengajian dengan pembicara KH Zimam Hanifunnusuk, tokoh ulama Pekalongan.

Nasikhin, Sekretaris Desa Botosari mengatakan, wisuda santri Madrasah Diniyah ini sekaligus menjadi ajang silaturahmi antar-warga. "Sangat menarik. Hiburan yang bernuansa keagamaan dan pendidikan. Kami pemerintah desa mendukung penuh kegiatan ini", ujar Nasikhin.

Ia berharap, kegiatan tersebut juga dapat berfungsi sebagai sarana promosi pariwisata bagi Desa Botosari. Sebab, desa yang merupakan bagian dari kecamatan Paninggaran ini memang memiliki kekayaan alam yang layak untuk dijadikan objek wisata.

Kekayaan alam itu, antara lain, bukit Pokean dan embung (sejenis danau buatan untuk keperluan pengairan) yang bisa difungsikan sebagai areal pemancingan.

Selain karena pemandangan alamnya, Desa Botosari juga dikenal sebagai sentra kerajinan sapu glagah, sejenis sapu ijuk.[junaedi]