Bedug Pendowo di Purworejo, Bukan yang Terbesar di Dunia

Sandiaga Salahuddin Uno berpose di depan bedug Pendowo atau bedug Kyai Bagelen, di Masjid Agung Darul Muttaqien, Purworejo, Jawa Tengah, 19 November 2018. | Foto: Muhdi.

JIKA kita mengetikkan kalimat "bedug terbesar di dunia" pada situs pencari Google, maka yang paling banyak muncul adalah bedug Kyai Bagelen atau bedug Pendowo di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. 

Ada pula bedug bergaris tengah empat meter, dengan tinggi 2,6 meter, yang berada di Masjid Jami' An-Nur, Karawang, Jawa Barat. Masjid ini dibangun oleh masyarakat sekitar bersama pesinetron Aliando Syarif.

Bukannya tidak mencintai budaya sendiri, bukan pula tidak menghargai mahakarya para leluhur. Namun, informasi-informasi tersebut tampaknya memang perlu diluruskan.

Kurang tepat jika menyebut bahwa bedug Pendowo di Purworejo maupun bedug Masjid An-Nur Karawang sebagai yang terbesar di dunia.

Berdasarkan catatan Guinness World Records, bedug terbesar di dunia untuk saat ini adalah bedug yang terdapat di kota Yeongdong Gun, provinsi Chungcheong Utara, Korea Selatan.

Bedug yang dibuat oleh seniman Seuk Je Lee ini memiliki garis tengah 5,54 meter, tinggi 5,96 meter, dan bobot mencapai tujuh ton. Seuk Je Lee menyelesaikan bedug itu di Simcheon Meon, Korea Selatan pada 6 Juli 2011.

Kenyataan ini sekaligus menepis pemberitaan di berbagai media massa dan juga postingan para warganet, yang menyebut bahwa bedug terbesar di dunia adalah bedug Pendowo. 

Klaim itu didasarkan pada informasi yang tercantum dalam papan keterangan di samping bedug tersebut.

Sandiaga Salahuddin Uno, tahun 2018, saat berkunjung ke Masjid Agung Darul Muttaqien, tempat bedug itu berada, juga menyebut bahwa bedug raksasa itu sebagai yang terbesar di dunia.

Kenyataannya, bedug Pendowo di Purworejo berukuran jauh dibawah bedug Yeongdong Gun. Detailnya: panjang rata-rata 292 sentimeter; diameter bagian depan 194 sentimeter; diameter bagian belakang 180 sentimeter; keliling bagian depan 601 sentimeter; dan keliling bagian belakang 564 sentimeter.

Sebelum bedug Yeongdong Gun, Guinness World Records pun telah lebih dulu menobatkan sebuah taiko (bedug Jepang) sebagai yang terbesar di muka bumi.

Bedug tersebut disimpan di Odaiko Hall, Takanosu, Distrik Kitaakita, Jepang. Bedug ini hanya akan ditabuh dua kali dalam setahun. Yakni saat Festival Tsuzureko Odaiko, tiap tanggal 14 dan 15 Juli.

Bedug raksasa yang dinamai Shitamachi itu, memiliki garis tengah 3,71 meter, dibuat tahun 1982, dan didaftarkan ke Guinness World Records pada 1989. 

Tahun 1992, seniman Jepang juga membuat bedug taiko berukuran lebih besar, dengan diameter 3,80 meter. Namun bedug taiko bernama Uemachi ini tidak didaftarkan ke Guinness World Records. 

Selain kedua taiko raksasa itu, di Odaiko Hall juga tersimpan beberapa bedug berukuran besar, masing-masing dengan diameter 3,44 meter; 3,33 meter; 2,61 meter; dan 2,47 meter.

Sehingga jika dibandingkan dengan bedug-bedug tersebut di atas, maka bedug Pendowo di Kabupaten Purworejo akan berada di urutan ke delapan terbesar di dunia. 

Adapun bedug Masjid An-Nur Karawang, justru bisa ditetapkan sebagai yang paling besar kedua di dunia. Tapi bukan yang paling besar.

Bedug Pendowo maupun yang ada di Masjid An-Nur Karawang, bisa saja disebut sebagai bedug terbesar di dunia, namun harus disertai catatan. 

Misalnya, bedug Pendowo, bedug terbesar di dunia yang telah berumur lebih dari 100 tahun. Mengingat, bedug ini dibuat pada tahun 1834. Atau, bedug terbesar di dunia yang dibuat dari kayu jati utuh.

Sedangkan untuk bedug Masjid An-Nur Karawang, bedug masjid terbesar di dunia. Jadi bukan sekadar "bedug terbesar di dunia".[sahrudin]

Bedug terbesar di dunia versi Guinness World Records, yakni bedug yang terdapat di kota Yeongdong Gun, provinsi Chungcheong Utara, Korea Selatan. | Foto: Guinness World Records.

Bedug-bedug raksasa di desa Tsuzureko, Takanosu, Akita, Jepang. Salah satu diantaranya pernah dinobatkan sebagai bedug terbesar di dunia oleh Guinness World Records. | Foto: Stripes.


Posting Komentar

0 Komentar