Keberhasilan Food Estate Ditentukan Petani dan Penyuluh

KEPALA Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi dalam kunjungan kerja bersama Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian (Kementan) Momon Rusmono menyempatkan bertemu dengan para Penyuluh, Ketua Gapoktan, Gapoktan Bersama, Kelompok Tani,  Perangkat Desa, perangkat Kecamatan di Balai Desa Bentuk Jaya (A5) Kecamatan Dadahup Kabupaten Kapuas, Jumat (2/4/2021).

Pada kesempatan tersebut, Dedi melakukan penggalian masalah terkait percepatan tanam di Dadahup sekaligus memberikan arahan dan memotivasi agar petani bersabar, karena program Food Estate (FE) ini terus dilakukan pengerjaan infrastruktur irigasi dan pintu-pintu yang sedang dikerjakan oleh Kementerian PUPR.

Dedi mengungkapkan, keberhasilan FE ditentukan oleh petani beserta penyuluh. Petani harus lolos dari candradimuka, semua permasalahan dapat diselesaikan oleh petani, mulai permasalahan alat mesin pertanian dan pengelolaan tata air. Hidupkan kembali kelembagaan Unit Pelayanan Jasa Alsintan (UPJA) dan Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) yang sudah mati suri.

Perhatian dan kebijakan Presiden Joko Widodo diteruskan oleh Kementan, Kemen PUPR, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Marves).

“Dengan program FE pengelolaan air terus diperbaiki, termasuk bangunan untuk Korporasi. Inti dari korporasi menggabungkan petani yang kecil menjadi kekuatan yang besar," terang Dedi. 

Kerja korporasi intinya kerja berjamaah, olah tanah, tanam, panen berjamaah, panen melimpah maka off taker akan berdatangan ke Kapuas. 

“Petani juga jangan lupa, kalau tanam padi jangan jual padi tapi jual beras. Tanam jagung jual sapi, maka nilai tambah akan semakin besar,” kata Dedi.

FE sedang berproses. Pertanian itu bukan kewajiban bukan juga kebiasaan tapi bisnis. Tapi jika saluran air dan pintu-pintu air sudah diperbaiki maka produksi akan tinggi

"Jaga infrasutruktur Keberhasilan FE ditentukan oleh petani penyuluh Pemda Kabupaten, manfaatkan sebaik baiknya, kesempatan tidak datang dua kali," tutup Dedi.[rilis]