Kembali Bekerjasama dengan Komisi IV, Kementan Gelar Bimtek Petani dan Penyuluh di Pontianak

KEBIJAKAN ketahanan pangan merupakan salah satu sasaran utama pemerintah pada tahun 2021 yang berfokus pada mendorong produksi komoditas pangan melalui membangun sarana prasarana dan penggunaan teknologi.

Sektor pertanian dan ketahanan pangan adalah mesin dari perkenonomian nasional. Di mana tenaga kerja yang diperkerjakan pada sektor ini luar biasa besar dan pendapatan yang di-generate di sektor ini sangat besar. 

Sektor pertanian merupakan kunci dalam penciptaan tenaga kerja. Namun permasalahan yang dihadapi dari sisi tenaga kerja adalah sebagian besar petani yang ada saat ini adalah petani konvensional yang berusia relatif lanjut.  

Karenanya Kementerian Pertanian melalui BPPSDMP terus berupaya meluncurkan berbagai program dan kebijakan untuk menarik minat generasi muda atau yang lebih dikenal dengan istilah petani milenial untuk terjun dalam dunia pertanian. 

Petani milenial merupakan harapan bangsa  Indonesia di masa depan.  Milenial tidak hanya sebutan untuk mereka yang berusia muda, tetapi juga mereka yang memiliki semangat perubahan yang besar dalam menghadapi era industri 4.0. 

Agar mereka mau dan mampu berkiprah dalam dunia pertanian, perlu terus dimotivasi dan ditingkatkan kompetensinya.
Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan Bimbingan Teknis bagi petani dan penyuluh yang dilaksanakan oleh Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Binuang sebagai wujud dari kerjasama BPPSDM Kementan  dengan Komisi IV DPR RI. 

Bimtek dilaksanakan di Hotel Golden Tulip Pontianak pada Sabtu (17/4/2021) dan diikuti 70 peserta petani dan penyuluh dari Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Di mana sebagian besar petani yang diundang dan hadir dalam kegiatan Bimtek adalah petani milenial.

Bimtek dibuka langsung oleh anggota Komisi IV DPR RI, Maria Lestari S.Pd. Dalam sambutannya, Maria menyampaikan bahwa pertanian merupakan salah satu sektor yang masih bisa tumbuh positif dalam masa pandemi Covid-19.  

Dalam kesempatan tersebut beliau mengajak kepada generasi muda untuk mau terjun ke dunia pertanian. Kepada petani-petani milenial yang hadir dimotivasi agar terus meningkatkan kompetensi agar dapat  berusahatani lebih maju dan modern. 

“Anda (petani) adalah pejuang pangan, karena menyediakan pangan bagi kami rakyat Indonesia. Kami akan terus mengawal kebijakan pemerintah yang selalu berpihak kepada petani,“ katanya.  

Sementara itu, Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian Binuang, Dr Ir Yulia Asni Kurniawati M.Si dalam sambutannya menyampaikan, program dan kegiatan yang dilaksanakan oleh Kementerian Pertanian melalui BPPSDMP dalam rangka meningkatkan SDM Pertanian khususnya bagi petani milenial. 

Di antaranya adalah program magang di Jepang yang sedang dilaksanakan pelatihannya di BBPP Binuang. Selain itu, ada pula program Penumbuhan Wirausahawan Muda Pertanian (PWMP) dan program Youth Enterpreneurship and Employment Support Services (YESS). 

Semua program tersebut bertujuan menumbuhkan dan mengembangkan para wirausahawan muda pertanian yang tangguh dan berkualitas.

Materi utama yang disampaikan dalam Bimtek meliputi Pengolahan Hasil Pertanian, Pertanian Terpadu dan Strategi Pemasaran. Materi disampaikan oleh widyaiswara dari BBPP Binuang. 

Di akhir kegiatan, Kepala BBPP Binuang yang menutup Bimtek secara resmi berpesan agar para petani dan penyuluh yang mengikuti kegiatan dapat mengembangkan dan mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di lapangan.[rilis]


Posting Komentar

0 Komentar