Latihan Literasi Edukasi Keuangan, Penting bagi Rumah Tangga Petani

SALAH satu kondisi yang sering ditemui di daerah irigasi, yakni kurangnya jumlah penyuluh, terbatasnya kompetensi yang sesuai dengan persoalan yang dihadapi oleh para petani di daerah irigasi, terutama permasalahan mengenai tata kelola keuangan usaha tani dan keuangan rumah tangga petani. 

Hal ini berdampak kepada ketidakpahaman petani dalam pentingnya mengelola keuangan usaha tani dan keuangan rumah tangga petani. 

Oleh karena itu, penting bagi petani dan penyuluh yang menjadi ujung tombak dan punggawa pangan di lapangan mengetahui hal tersebut dalam rangka mendukung tercapainya swasembada pangan sesuai program Nawacita Pemerintah Indonesia.

Program Integrated Participatory Development and Management of Irrigation Project (IPDMIP) di Kalimantan Selatan terdapat di 2 Kabupaten, yakni Kabupaten Tapin dan Kabupaten Tanah Bumbu.

Dukungan penyuluhan yang disediakan oleh IPDMIP diberikan melalui layanan penyuluhan secara intensif kepada petani penerima manfaat. 

Fokus penyuluhan yang intensif bukan hanya terbatas pada proses alih teknologi, tetapi juga fokus pada upaya-upaya petani mengetahui cara pengelolaan keuangan usaha tani dan keuangan rumah tangga yang baik dan benar.

Melalui kegiatan Pelatihan Literasi dan Edukasi Keuangan (PLEK) IPDMIP yang diselenggarakan oleh BBPP Binuang, salah satu Satker BPSDMP Kementerian Pertanian Republik Indonesia telah melaksanakan kegiatan ini dari 20 hingga 22 April 2021. 

Pelaksanaan kegiatan ini bertempat di BBPP Binuang dengan Mata Pelatihan Produk dan Layanan Keuangan, Kredit Usaha Rakyat (KUR), Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP), Pengelolaan Keuangan Usaha Tani Padi, dan Pengelolaan Keuangan Rumah Tangga Petani.

Kegiatan ini dihadiri oleh PPL sebagai peserta. Jumlah Peserta yang hadir pada pelaksanan Pelatihan PLEK berjumlah 31 orang yang berasal dari Tanah Bumbu 22 orang dan Kabupaten Tapin 9 orang.

Pelatihan PLEK dibuka secara daring oleh Kepala Pusat Penyuluhan BPPSDMP Kementerian Pertanian, Dr Ir Leli Nuryati M.Sc. Leli hadir memberikan materi pelatihan melalui aplikasi zoom meeting dengan topik Dukungan Penyuluhan dan program IPDMIP. 

"IPDMIP ini sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional 2005 – 2025, yang mana ketahanan sumber daya air dan ketahanan pangan menjadi prioritas," terang Leli. 

Ia mengatakan, untuk mencapai tujuan ini, akan dilaksanakan Program Pengembangan dan Pengelolaan Sistem Irigasi (PPSI) melalui peningkatan sistem pengelolaan irigasi, penguatan P3A, penguatan Lembaga Pengelola Irigasi.

Hal ini sejalan dengan keterangan yang disampaikan oleh Menteri Pertanian RI, Syahrul Yasin Limpo, di mana Ia menegaskan bahwa pihaknya selalu mengupayakan  peningkatan kesejahteraan petani.  

IPDMIP menjadi salah satu cara untuk meningkatkan produktivitas pertanian, khususnya di daerah irigasi sehingga pada akhirnya bisa meningkatkan kesejahteraan petani.  

“Jika produktivitas meningkat, pendapatan petani juga meningkat.  Kemampuan sumber daya manusia juga harus kita tingkatkan agar mereka bisa mengelola pertanian dengan baik,” jelasnya.

Tampak hadir juga Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Binuang, Dr Ir Yulia Asni Kurniawati M.Si dalam online zoom meeting yang terus memberikan semangat kepada PPL untuk tiada henti berkarya di lapangan.

Pelatihan ini menghadirkan stakeholder dari Bank Kalsel selaku penyalur KUR bagi Petani di Kalimantan Selatan. Dalam paparannyanya peserta diajak diskusi dan teknis penyaluran KUR dan Pemanfaatan Dana KUR yang tepat dan benar untuk digunakan dalam kegiatan produktif bukan konsumtif.

Mata Pelatihan PLEK sendiri dibawakan oleh Widyaiswara BBPP Binuang, yakni Soleh Wahyudi SST, M.Ikom, Retno Hermawan SP M.Si dan Hasudoni SP dengan metode Diskusi dan Self Learning Enperiance agar lebih memahami dengan cepat teknis pengelolaan keuangan rumah tangganya.

Dengan adanya pelatihan PLEK ini, PPL harus paham mengenai Literasi dan Edukasi Keuangan Usaha Tani dan Keuangan Rumah Tangga Petani, cara mengelola, memanfaatkan, mengantisipasi kekurangan dana, dan juga memahami loss dan profitnya dari usaha tani itu sendiri. 

Sesuai Juklak yang ada nantinya PPL akan memilih Ketua Poktan yang memiliki potensi untuk memfasilitasi dan mentransfer kembali ilmu yang diberikan di sini kepada rumah tangga petani sesuai dengan Petunjuk Pelaksanaan yang telah kami berikan.

"Dengan demikian ilmu PLEK yang telah disampaikan menyentuh hingga level Rumah Tangga Petani dengan metode partisipatif dari petani itu sendiri dan disampaikan dengan bahasa petani agar lebih mudah dipahami oleh petani," ujar Retno.[rilis]



Posting Komentar

0 Komentar