Menuju Kemandirian Pakan, BBPP Binuang Manfaatkan Limbah Pertanian

BALAI Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Binuang mulai program Wisatani memberikan bimbingan teknis bagaimana cara memanfaatkan ragam limbah pertanian yang berada di lahan praktik BBPP Pertanian.

Ini juga sekaligus sebagai miniatur kegiatan korporasi (inkubator agribisnis) dan kaji widya bagi para Widyaiswara-nya sebelum menyampaikan informasi teknologi yang akan dikemas dalam pelatihan tematik, teknis, bimbingan teknis dan konsultasi teknis kepada masyarakat luas.

Pada sesi ke-54 pada 28 April 2021, Wisatani mengambil tema "Ragam Limbah Pertanian Sumber Aneka Pakan Ternak Mandiri".

"Dibawakan oleh Narasumber dari Manajer Divisi Pengolahan Limbah Pertanian Inkubator Agribisnis BBPP Binuang, Budiono dan Manajer Divisi tanaman pangan dan hortikultura Adi Widiyanto," terang Dr Ir Yulia Asni Kurniawati M.Si, Kepala BBPP Binuang.

Pada kesempatan ini Wisatani sesi ke-54 memaparkan cara membuat Hay (hijauan kering), Silase (Hijauan fermentasi) dan Konsentrat/pakan komplit.

Menurut Budiono, Widyaiswara BBPP Binuang yang menjadi Narasumber, peserta Wisatani dimanjakan dengan alternatif sumber bahan pakan baik dari limbah jerami/tebon jagung, padi, kedelai/aneka kacang, kelapa sawit, ubi kayu dan rumput pakan.

“Bahasan wisatani sesi ini banyak menarik perhatian pemirsa baik dari Kota Nunukan (Kalimantan Utara), Kendari (Sulawesi Tenggara), hingga Pekanbaru (Riau). Mereka mengakses melalui Zoom maupun Youtube, total pemirsa lebih dari 500 orang," bebernya.

Sebagaimana visi dan misi Mentan, Dr Syahrul Yasin Limpo (SYL), sebelum 2026 Indonesia harus swasembada daging sapi dan kerbau.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian atau Kementan, I Ketut Diarmita mengatakan, populasi dari sapi dan kerbau akan terus ditingkatkan dalam beberapa tahun ke depan. 

Dengan begitu, Ia optimistis Indonesia bakal mencapai target swasembada daging sapi dan kerbau pada 2026. 

"Tentu kondisi ini jauh hari perlu dipersiapkan pakan yang berkualitas dalam jumlah memadai," tegas Ketut.

Sementara itu, Prof Dedy Nursyamsi, Kepala BPPSDMP mengatakan, sebagai Eselon I yang wajib mendukung program dan kegiatan Eselon I lainnya, dalam rangka mewujudkan visi dan misi menteri. 

"Maka BPPSDMP harus siap mendukung melalui UPT teknisnya," imbuhnya. 

Totalitas BBPP Binuang untuk mendukung program Eselon I lainnya atas arahan Kepala BPPSDMP, merupakan kerjasama lintas sektor dan kerja harmonis yang patut dilanjutkan untuk memantapkan pencapaian swasembada daging, khususnya sapi dan kerbau.[rilis]


Posting Komentar

0 Komentar