Pemkot Magelang Luncurkan Program "Jemput Sakit Antar Sehat"

Walikota Magelang dr H Muchammad Nur Aziz, Sp.PD dan Wakil Walikota KH M Mansyur, meresmikan layanan "Jemput Sakit Antar Sehat" di kantor Public Safety Center (PSC) 119, Jalan Pahlawan Nomor 86 Kota Magelang, Jawa Tengah, kemarin. | Foto: Pemkot Magelang.

MAGELANG - Pemerintah Kota Magelang, Jawa Tengah secara resmi meluncurkan program "Jemput Sakit Antar Sehat", Senin (10/5/2021). 

Peluncuran program tersebut dilakukan bersamaan dengan peresmian kantor Public Safety Center (PSC) 119, yang beralamat di Jalan Pahlawan Nomor 86 Kota Magelang.

Walikota Magelang dr H Muchammad Nur Aziz, Sp.PD mengatakan, "Jemput Sakit Antar Sehat" merupakan salah satu diantara beberapa program unggulan Pemerintah Kota Magelang dibawah kepemimpinannya bersama Wakil Walikota KH M Mansyur.

Termasuk diantara program-program unggulan tersebut, yaitu pemberian Rp 30 juta untuk tiap RT, serta penciptaan dan pelatihan bagi 1.500 wirausahawan muda. 

"Tentunya kita bersyukur dengan peluncuran program ini. Kesehatan itu nomor satu, dan oleh karenanya harus jadi fokus, dan indikatornya jelas, agar masyarakat merasa tenang", tutur Dokter Aziz.

Untuk sementara, "Jemput Sakit Antar Sehat"/PSC 119 baru terlaksana di Kecamatan Magelang Utara. Namun Dokter Aziz menargetkan, sesegera mungkin program ini dapat menjangkau setiap kecamatan yang ada di kota berpenduduk 130 jiwa itu. 

"Untuk Kecamatan Magelang Tengah dan Selatan, nanti kita alokasikan melalui anggaran perubahan", lanjut pria kelahiran 24 November 1971 itu.

Dokter Aziz menuturkan, sarana maupun prasarana pendukung program di bidang kesehatan itu sudah dipandang mencukupi. Misalnya, ambulans, tenaga kesehatan atau perawat, berikut pelayanan yang diintegrasikan dengan rumah-rumah sakit dan Puskesmas yang ada.

"Kita harap semua berjalan lancar. Jangan sampai ada keluhan, walikotanya dokter kok pelayanan kesehatan tidak maksimal", ujarnya.

Jika memang dibutuhkan, Pemerintah Kota Magelang akan menambah jumlah perawat untuk mendukung program itu. Sementara untuk tenaga dokter, walikota menilai hal itu belum diperlukan.

"PSC 119 kan hanya melayani pertolongan pertama saja. Sehingga yang terpenting justru tenaga perawat", ucap Dokter Aziz.

Pelaksana Tugas Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Magelang, Yis Romadon menambahkan, pelayanan "Jemput Sakit Antar Sehat"/PSC 119 merupakan layanan kesehatan berupa tindakan penjemputan pasien atau warga dari rumahnya, atau dari tempat kejadian, dalam kondisi darurat, atau yang berpotensi mengancam jiwa, dengan cepat dan tepat.

"Kondisi nondarurat dapat juga dilayani. Misalnya, ketika ada yang terkendala akses transportasi menuju fasilitas kesehatan tingkat lanjut (rumah sakit). Atau pelayanan kepada masyarakat yang terkendala akses transportasi ketika pulang dari rumah sakit", terang Yis Romadon.

Di lapangan, program sosial tersebut akan ditangani oleh sebanyak enam perawat, dua bidan, tiga petugas call center, tiga pengemudi PSC 119, ditambah tiga pengemudi "Jemput Sakit Antar Sehat".

"Namun sementara ini, pelayanan belum bisa sepenuhnya 24 jam. Di luar jam kerja, tim di kantor pusat (di Jalan Pahlawan) yang akan menanganinya", ucapnya.

Program "Jemput Sakit Antar Sehat"/PSC 119 didukung oleh fasilitas mobil ambulans dari berbagai organisasi sosial/kemanusiaan, mitra kerja Pemerintah Kota Magelang. Yaitu PMI, Laziz, DKD, Kharisma, serta ambulans siaga lainnya yang telah terintegrasi dengan PSC 119.

Pelayanan PSC 119 telah terintegrasi dengan sistem jaminan kesehatan yang ada di Kota Magelang.

"Ketika ada warga miskin yang sakit, dan dia belum memiliki jaminan kesehatan, maka yang bersangkutan akan langsung didaftarkan JKN KIS Penerima Bantuan Pemerintah Daerah", jelasnya.[sahrudin]


Posting Komentar

0 Komentar