Bisnis Porang, Petani Milenial Berpeluang Jadi Miliarder

BALAI Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Binuang bekerjasama dengan Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Kotabaru menggelar Pelatihan Teknis bagi Non Aparatur Angkatan XXIV dengan tema “Budidaya dan Analisa Kelayakan Usaha Porang”.

Edukasi bagi petani milenial ini dilangsungkan selama tiga hari, 13 hingga 15 Juli 2021 di BPP Kelumpang hilir. 

Petani milenial tampak mengikuti pelatihan secara antusias. Bahkan meski jam pembelajaran di hari ke-2 sudah selesai, diskusi terus lanjut saat membahas analisa kelayakan usaha porang. 

Hal ini dibuktikan banyaknya pertanyaan dan tanggapan positif dengan diadakannya pelatihan ini.

Menurut Widyaiswara BBPP Binuang, Budiono, berdasarkan hasil analisa usaha porang diperoleh informasi B/C ratio 6,90 (diatas 1.30) dengan keuntungan rata rata Rp172.500.000 per hektare hingga Rp190.000.000 per hektare setiap tahun.

"Tahun ke-2 dan selanjutnya, di samping masih terdapat pendapatan lain dari tanaman sela atau tumpang sari lainnya,“ jelas Budiono. 

Mondes Sembiring dan Mardi yang menjadi peserta pelatihan mengakui jika pelatihan ini sangat penting dan bermanfaat.

"Pembelajaran materi Analisa Kelayakan Usaha Porong, menjadi materi yang dinanti dan mendapat apresiasi peserta di samping materi inovasi budidaya porang yang berbasis minimalis cost optimalisasi pendapatan petani," tutur Mondes.

"Di mana melalui penerapan budidaya porang spesifik lokalita dengan dukungan peningkatan kompetensi petani, sehingga dengan diadakan pelatihan ini tentunya peserta sangat antusias,” imbuh Mardi.

Pada kesempatan ini, Kepala BBPP Binuang, Dr Ir Yulia Asni Kurniawati M.Si memberikan arahan dan motivasinya agar para peserta langsung menerapkan hasil kegiatan pelatihan ini.

"Ini juga menjadi bagian kesuksesan dari Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN),” terangnya.

Pelatihan yang akan berakhir pada Kamis, 15 Juli 2021 ini akan menjadi energi positif bagi peserta sekaligus melalui WhatsApp group pelatihan ini, mampu membangun jejaring kemitraanusahaan, di samping berperan sebagai wahana pembelajaran.

Juga menjadi wahana konsultasi agribisnis, pusat informasi data dan mengakses kebijakan dan program kegiatan pembangunan, khususnya pengembangan agribisnis porang menuju komoditas primadona ekspor.[rilis]



Posting Komentar

0 Komentar