Sambut Panen, BBPP Binuang Latih Operator

KECAMATAN Tatah Makmur merupakan salah satu wilayah sentra penghasil padi di wilayah kabupaten yang juga sebagai penopang ketersediaan pangan di wilayah Kabupaten Banjar, Kalimantan selatan. 

Luas lahan baku sawah produktif di Kecamatan Tatah Makmur mencapai 2.300 hektare. Potensi hasil selama ini sekitar hanya 3 sampai 4 ton per hektare. Varietas lokal masih menjadi favorit yang belum bisa ditinggalkan oleh masyarakatnya.  

Wilayah ini sejak tahun 2018 yang lalu telah bergulir program Serasi (Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani).

Kendala yang masih dialami dan belum teratasi saat ini adalah pengelolaan air, sehingga masyarakat tani masih memanfaatkan lahan usaha taninya satu kali dalam satu tahun.

Oleh karena itu, masyarakat Tatah Makmur masih berharap agar ada teknologi atau berupa bantuan pemerintah untuk mengatasi persoalan air agar mereka dapat memanfaatkan lahan usaha taninya tidak hanya satu musim saja dalam satu tahun, akan tetapi lebih dari itu.

Selain itu, musim ini petani tengah bersiap menyambut panen padi. Keterbatasan tenaga kerja dan mahalnya upah tenaga kerja petani sudah mulai meninggalkan penggunaan alat-alat tradisional seperti penggunaan ani-ani dan sabit.

Mereka sudah mengenal adanya alat mesin pertanian yang lebih efektif dan efisien yaitu rice combine harvester. 

Namun kendala yang mereka hadapi adalah terbatasnya jumlah operator serta jumlah mesin panen tersebut, dan bahkan musim tahun lalu ada beberapa petani yang rela menunggu mesin panen yang akhirnya banyak padi yang terlalu masak dan rontok.

Panen tahun ini mereka akui lebih banyak dari tahun sebelumnya dan ini perlu persiapan. Beberapa UPJA telah bersiap menyediakan mesin panen baik dengan cara sewa alat maupun pinjam pakai melalui brigade Alsintan. 

Namun kendala yang dihadapi adalah masih kurangnya tenaga operator yang mampu mengoperasikan dengan baik. 

Dengan pelaksanaan pelatihan yang diselenggarakan oleh BBPP Binuang kali ini mereka sangat menyambut antusias. Selain cara mengoperasikan juga perawatan Alsintan mereka dapatkan dari pelatihan tersebut, terutama Combine Harvester. 

Selama ini para peserta mengakui mengoperasikan dan merawat ya seperti yang biasanya mereka lakukan yaitu kurang terpeliharanya alat yang mereka miliki sesuai prosedur. 

Dengan adanya pelatihan Pengoperasian dan perawatan Alsintan pra Panen dan Panen yang diselenggarakan oleh BBPP Binuang, 22 sampai 24 juli 2021 yang lalu seolah menjadi semangat baru untuk mengelola dan merawat Alsintan yang dimilikinya dengan manajemen yang baik. Pelatihan tersebut diikuti oleh para operator serta pengurus UPJA.

“Dengan pelatihan ini kami menjadi tambah tau bagaimana mengelola alsintan yang benar,” tutur Farhan mewakili peserta.[rilis]


Posting Komentar

0 Komentar