Support READSI, BBPP Binuang Virtual Training dengan FD dan Penyuluh

UNTUK menumbuhkan usaha bersama berbasis korporasi, dan peningkatan kapasitas kelembagaan petani untuk membentuk kelembagaan ekonomi petani berbasis agribisnis yang berbadan hukum, Badan Penyuluhan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian RI melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Binuang menggelar Pelatihan E-Learning ‘Menumbuhkan Usaha Bersama Berbasis Korporasi’ bagi Penyuluh Pertanian dan Fasilitator Desa Program READSI. 

Adapun peserta berasal dari 6 Provinsi dan 18 Kabupaten. Mengingat masih situasi pandemi Covid-19, pelatihan ini dilaksanakan secara virtual training melalui aplikasi Zoom Meeting pada tanggal 5 hingga 7 Juli 2021. 

Peserta Penyuluh Pertanian dan Fasilitator Desa ini berasal dari Provinsi Kalimantan Barat, Gorontalo, Sulawesi Tenggara, Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Sulawesi Tengah. 

Program Rural Empowerment Agricultural and Development Scalling Up Initiative (READSI) Kementerian Pertanian dinilai mampu menjangkau seluruh elemen masyarakat, terutama mereka yang berada di bawah garis kemiskinan. 

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) dalam Rapat Koordinasi (Rakor) pernah mengatakan bahwa masalah kemiskinan di daerah bisa ditekan melalui program READSI. 

READSI sangat efektif berkolaborasi bersama program lokal. Efektif menaikkan produktivitas dan beragam produk turunan. Muaranya tentu kesejahteraan dan serapan tenaga kerja potensial.

Kepala Pusat Pelatihan Pertanian, Dr Ir Lely Nuryati M.Sc saat membuka pelatihan Pelatihan E-Learning ‘Menumbuhkan Usaha Bersama Berbasis Korporasi’ secara resmi menyampaikan, tujuan dari Pelatihan ini yaitu peserta pelatihan mampu mengembangkan usaha berbasis korporasi. 

Pertanian saat ini menjadi tulang punggung dalam perekonomian nasional. Hal ini terbukti, saat ini hanya pertanian yang memiliki pertumbuhan positif dibandingkan sektor lainnya. 

Adapun sektor lain yang bertumbuh positif, lanjutnya, adalah sektor yang terkait dengan informasi karena hal ini terkait dengan pemanfaatan informasi teknologi di era pandemi.
 
Kepala BBPP Binuang, Dr Ir Yulia Asni Kurniawati M.Si dalam kesempatannya saat pembukaan pelatihan menyampaikan, setelah mengikuti pelatihan ini, peserta diharapkan mampu meningkatkan kerjasama antar Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) melalui pendekatan bisnis secara Korporasi. 

Pada kesempatan yang sama Widyaiswara Tota Totor Naibaho, mengatakan bahwa pengembangan korporasi petani mensyaratkan kelembagaan ekonomi petani yang kuat. 

"Dengan adanya korporasi di masa yang akan datang di Kawasan READSI, posisi petani akan semakin kuat, karena ada kepastian pasar dan jaminan harga, serta modal dan input produksi nya juga disiapkan bersama sama korporasi," jelasnya. 

Pelatihan E-Learning ‘Menumbuhkan Usaha Bersama Berbasis Korporasi’ ini berjalan baik dan lancar selama 3 hari, semua peserta sangat antusias mengikuti materi dan sesi diskusi. 

Pelatihan e-learning dilakukan dengan 3 metode seperti interaksi virtual melalui Zoom meeting, diskusi online di aplikasi e-learning BBPP Binuang dan juga penugasan secara mandiri buat peserta. 

Adapun materi yang diajarkan oleh para narasumber, fasilitator dan widyaiswara adalah Penguatan dan Peningkatan Kapasitas Manajerial Kelompok Tani dan Gapoktan di Kawasan READSI; Penumbuhan dan Pengembangan Kelompok Usaha Bersama (KUB); Pendampingan dan Pengawalan KUB; Penumbuhan dan Pengembangan Korporasi Petani; Implementasi Model Usaha Bersama Berbasis Korporasi dan Pengenalan Kredit Usaha Rakyat (KUR).[rilis]



Posting Komentar

0 Komentar