Widyaiswara BBPP Binuang Ikuti TOT SDM di Lamunti Dadahup

TRAINING of Trainer (TOT) Pelatihan Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) digelar di kawasan transmigrasi Lamunti Dadahup, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah. 

Pembukaan dihadiri Sekretaris Daerah Asisten Pemerintah dan Kesejahteraan Rakyat, I Hamka S.Pd M.Pd, mewakili Gubernur Kalimantan Tengah.

Pada pembukaan ini, Hamka menyampaikan bahwa Kalimantan Tengah memiliki Sumber Daya Alam (SDA) yang sangat berpotensi untuk perluasan areal pertanian, termasuk berpotensi memproduksi beras dalam mendukung swasembada pangan Nasional.

Selain beras, produksi jagung pada tahun 2020 yang lalu meningkat hingga 86.808 ton. Bahkan Kalteng saat ini dipercaya oleh presiden sebagai wilayah pengembangan Food Estate. Program ini diharapkan dapat menyejahterakan masyarakat Kalteng. 

Dalam rangka pencapaian kesejahteraan masyarakat, ditentukan kemampuan masyarakat dalam pengelolaan potensi SDA, dan untuk meningkatkan kemampuan SDM dalam mengelola SDA diperlukan pelatihan-pelatihan.

Oleh karena itu, untuk meningkatkan kemampuan kapasitas SDM masyarakat Kecamatan Lamunti dan Dadahup, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kalteng menggelar  kegiatan peningkatan kapasitas SDM.

Ini tak lain dalam rangka ketahanan pangan di kawasan transmigrasi  Lamunti-Dadahup yang diawali penyiapan tenaga pelatih dari beberapa instansi yang berkompeten. 

Di sela penyampaiannya dalam pembukaan, Dirjen PDTU, Raden Roro Aisyah Gamawati menyampaikan,
untuk membangun pertanian tentu harus membangun SDM terlebih dahulu. Karena itu, pelatihan merupakan upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan SDM pertanian.

"Melalui pelatihan akan memperoleh SDM yang berkualitas, yang andal dan professional dalam mendampingi petani,” jelasnya.

Kegiatan penyiapan pelatih/fasilitator diimplementasikan dalam TOT Pelatihan Peningkatan Kapasitas SDM di kawasan transmigrasi Lamunti Dadahup. TOT ini dilaksanakan mulai 12 hingga 16 juli. 

Masa pandemi yang mengalami trend meningkat ini, tampak memaksa kegiatan TOT yang sedianya dilakukan secara tatap muka tidak dapat dilaksanakan sesuai rencana. Alhasil, TOT pun dilaksanakan secara daring menggunakan aplikasi Zoom Cloud Meeting.
TOT diikuti sebanyak 80 calon fasilitator untuk beberapa pelatihan yang akan diselenggarakan di Kecamatan Lamunti dan Dadahup. Mereka berasal dari 13 institusi/instansi/lembaga pemerintahan, baik dari Balai Pelatihan maupun Dinas terkait di Kalimantan Tengah maupun Kalimantan Selatan.

Dalam kegiatan ini, Widyaiswara Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) terlibat dalam kegiatan TOT sebagai peserta yang dipersiapkan sebagai fasilitator atau pelatih dalam kegiatan pelatihan yang akan dilaksanakan pada akhir Juli hingga November 2021 mendatang.

Widyaiswara terlibat terbagi atas beberapa tema TOT, khususnya materi-materi terkait dengan pertanian, di antaranya budidaya tanaman hortikultura, fungsionalisasi dan perawatan RMP serta Alsintan, industri pengolehan hasil, pembuatan pupuk organic dan pakan ternak, manajemen korporasi dan penguatan Bumdes, serta strategi pemasaran.
Sementara TOT materi pelatihan yang tidak diikuti adalah budidaya ternak itik dan ikan Nila dan budidaya ternak kambing.

Pemateri atau narasumber dalam kegiatan TOT seluruhnya merupakan para pakar dan dosen dari Institut Pertanian Bogor (IPB), di mana dalam pelaksanaan TOT ini dilakukan bertahap dan terbagi sesuai tema materi. 

Setiap hari selama kegiatan terbagi atas 2 sesi, sesuai tema pelatihan yang akan diselenggarakan yang masing-masing sesi materi disampaikan oleh narasumber (IPB) selama kurang lebih 4 jam. 

"Saya mewakili peserta pelatihan merasa sangat senang atas kesempatan mengikuti TOT yang luar biasa ini, kami mendapatkan ilmu dari para narasumber dan pakar-pakar yang luar biasa,” tutur Anang, perwakilan peserta saat penutupan kegiatan.[rilis]



Posting Komentar

0 Komentar