BBPP Binuang Kembali Gelar Literasi Digitalisasi Pemasaran Pertanian

BBPP Binuang kembali mengadakan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi petani dan penyuluh di wilayah Sambas. Kegiatan berlangsung selama dua hari, dari 23 hingga 24 Agustus 2021.

Bimtek ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada petani dan penyuluh pentingnya Digitalisasi Pemasaran Pertanian di era 4.0 saat ini.

Kegiatan ini merupakan lanjutan kerjasama Kementerian Pertanian dengan Komisi IV DPR RI terkait peningkatan kapasitasnya SDM Petani dan Penyuluh di Wilayah Sambas.

Dalam sambutannya, Anggota Komisi IV DPR RI, Daniel Johan menyebutkan pentingnya kita saat ini mengikuti perubahan zaman. 

"Saat ini sudah zaman digital, kita tidak boleh ketinggalan, harusnya kita sudah memasarkan hasil pertanian kita secara digital, agar dunia luar tahu dengan potensi pertanian kita yang luar biasa," kata Daniel Johan

Hal ini senada dengan misi Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL). Menurutnya digitalisasi pertanian berhasil membantu peningkatan produksi petani sebesar 30% dan pendapatan secara umum sebesar 50%,.

"Ini merupakan program Kementerian Pertanian dengan pendekatan yang baru, lebih modern mengandalkan digitalisasi Pertanian baik dari hulu maupun hingga hilir,” kata Mentan Syahrul Yasin Limpo

Acara Bimbingan Teknis dihadiri oleh Anggota Komisi IV DPR RI Daniel Johan secara Online, Widyaiswara BBPP Binuang mewakili Kepala Balai, dan Staf Tenaga Ahli Komisi IV DPR RI.

Peserta yang hadir berjumlah 60 orang. Dalam kondisi pendemi Covid-19 seperti ini, kegiatan pelatihan dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan. Tampak peserta menggunakan masker, menjaga jarak, dan beberapa hand sanitizer yang ada di meja panitia.

"Hasil pertanian di Kabupaten Sambas sangat melimpah. Untuk itu kita perlu mengenalkan cara dan tips dalam Pemasaran Digital hasil pertanian ke dunia luar agar hasil pertanian kab Sambas semakin dikenal," ujar Retno selaku Widyaiswara.

Salah seorang peserta mengucapkan terima kasih kepada Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Binuang yang telah mengadakan pelatihan di Kabupaten Sambas. 

Menurutnya ini sangat bermanfaat. Ia mengira Bimtek ini dilakukan seperti Bimtek-Bimtek biasa saja yang hanya teori. Tetapi faktanya ini berbeda, karena peserta diajak untuk melakukan praktik langsung.

"Kami diajak praktik langsung, mengambil foto produk yang baik, tips memasarkan hasil pertanian di media sosial dan cara memasarkan produk di media sosial dan sangat berharap ada pelatihan lagi di sini," ujarnya saat penutupan acara berlangsung.

Retno, Widyaiswara Binuang menambahkan, Bimtek ini didesain dengan 30% teori dan itupun di hari pertama. Hari kedua hingga akhir peserta diajak melakukan praktik.

"Karena yang kami hadapi adalah kebanyakan petani, jika hanya berteori kemungkinan peserta akan bosan, untuk itu kami bagi kelompok dan peserta dapat praktik langsung membawa hasil produk pertaniannya, ada amping beras, sirup jeruk, jeruk segar, dll  peserta terlihat begitu antusias," pungkasnya.[rilis]


Posting Komentar

0 Komentar