Hingga Agustus Sudah 82 Warga Balangan Meninggal Akibat Covid-19

PARINGIN - Hingga pekan kedua di bulan Agustus 2021, tercatat total 82 warga Bumi Sanggam, julukan Kabupaten Balangan, Provinsi Kalimantan Selatan, meninggal akibat Covid-19.

Disampaikan langsung Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) setempat, Dr Ferry, Senin (9/8/2021), jumlah tersebut hanya bagi pasien yang meninggal dan terdata di rumah sakit.

"Dari 89 yang meninggal terdiri dari pasien suspect dan probable 49 orang, dan terkonfirmasi positif 39 orang," sebut Direktur RSUD Balangan yang juga sempat 2 kali terpapar Covid-19.

Bahkan Ia menyampaikan, dalam sembilan hari di bulan Agustus 2021, sudah tercatat sebanyak 11 warga meninggal akibat sebaran Pandemi Global Covid-19.

"Tanggal 1 Agustus 2021, warga Paringin Timur 49 tahun, warga Putat Basiun, Awayan 51 tahun dan warga Balida, Paringin 55 tahun, dinyatakan meninggal," bebernya.

Kemudian Ia melanjutkan, pada tanggal 4 Agustus 2021, tercatat warga Barupiring, Paringin Selatan 52 tahun, warga Batumandi 49 tahun dan warga Paringin Timur 58 tahun dinyatakan meninggal dunia.

"Tanggal 5 Agustus 2021, warga Desa Hukai, Juai 56 tahun, 7 Agustus 2021, warga Paringin Kota 56 tahun, 8 Agustus 2021 warga Muara Jaya, Awayan 73 tahun, dan hari ini 9 Agustus 2021 hingga pukul 10.30 wita, warga Batupiring, Paringin Selatan 61 tahun, rata-rata mereka mengalami Peneumonia," jelasnya.

Pada pneumonia, kantong udara bisa berisi cairan atau nanah akibat infeksi yang menimbulkan peradangan pada kantung udara di salah satu atau kedua paru-paru, yang dapat berisi cairan, dimana hal ini dapat mengancam nyawa siapa pun.

Ia berharap warga tetap mengikuti protokol kesehatan serta terus berupaya meningkatkan imun tubuh. Serta bagi warga yang sedang dirawat ataupun menjalani isolasi mandiri agar rutin meminum obat dan tentunya meningkatkan semangat diri untuk kesembuhan.

Bagi warga yang mengalami gejala seperti demam dan batuk, agar segera memeriksakan diri ke pusat keshatan terdekat maupun IGD RSUD Balangan.

"Jangan anggap remeh, selain itu virus ini juga bisa menular pada keluarga terdekat bahkan orang lain, melalui kita sebagai perantaranya, sayangi orang terdekat," pungkasnya.[adv/martino]


Posting Komentar

0 Komentar