Kementan Latih Sejuta Petani dan Penyuluh

BERLANGSUNG semarak dan meriah, pelatihan yang digelar Kementerian Pertanian (Kementan) melalui program Pelatihan Sejuta Petani dan Penyuluh sukses dilaksanakan Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Binuang. 

Pelatihan yang dilangsungkan secara virtual ini diikuti oleh seluruh Petani dan Penyuluh di seluruh pelosok Tanah Air secara Daring (Dalam Jaringan) melalui Aplikasi zoom cloud meeting, sebanyak lebih dari 1000 partisipan dan Youtube Live Streaming. 


Peserta menyebar se-Kalimantan dan tersebar di Dinas Pertanian, Kelompok Tani, Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), Pusat Pelatihan Pertanian Pedesaan Swadaya (P4S), dan aktivis pertanian lainnya. 

Pelatihan yang diselenggarakan pada tanggal 10 Agustus 2021 ini dipusatkan di Agricultural Operation Room (AOR) BBPP Binuang, serta diadakan Nonton Bareng (Nobar) di Aula Bangkinang BBPP Binuang yang diikuti Petani Kabupaten Tapin, Penyuluh Pertanian BPP Pulau Pinang, P4S Regional Kalimantan, serta siswa magang Program Merdeka Belajar dari Universitas Islam Kalimantan (Uniska) dan SMK Negeri 1 Tapin.
  
Materi dibawakan langsung oleh Kepala BPPSDMP, Prof Dr Ir Dedi Nursyamsi M.Agr, bertajuk Kebijakan Pemupukan Nasional. Sedang Isniati membawakan materi Kredit Usaha Rakyat. 

Di samping itu, Kepala BBPP Binuang, Dr Ir Yulia Asni Kurniawati M.Si juga turun langsung memandu pelatihan didampingi Widyaiswara Tota Totor Naibaho MP dan Intan Kurnianingrum M.TP. 

Presiden Republik Indonesia, Ir H Joko Widodo saat pembukaan pelatihan mengatakan, pada tahun 2020 memasuki pandemi Covid-19 hampir seluruh sektor mengalami negatif, justru sektor pertanian pertumbuhannya positif bahkan hingga saat ini. 

"Momentum ini harus dimanfaatkan guna membangun kemandirian pangan. Kesejahteraan petani harus meningkat. Profesi ini sangat menjanjikan bagi generasi muda untuk bertani," tuturnya. 

Pemerintah, lanjutnya, akan mendorong terus sektor pertanian agar menguntungkan. Daya saing harus ditingkatkan. Petani jangan hanya bergerak di hulu saja, tapi tahap hilir dan packaging harus digerakkan.

"Karena di sisi ini keuntungan besar yang bisa menguntungkan petani," tegasnya, Jumat (6/8/2021).

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo berjanji akan terus meningkatkan kualitas SDM dan manajemen pertanian yang ada menjadi lebih maju, mandiri dan modern. Terlebih, pertanian adalah sektor yang pasti menjanjikan dan sektor yang pasti menguntungkan.

"Pertanian itu dibutuhkan hari ini, besok dan kapan saja dalam kondisi apa saja. Sebab pertanian itu bukan hanya makanan saja, tapi juga lapangan kerja dan menyentuh relung relung negara dan pemerintahan serta menghadirkan dimensi yang kuat seperti rasa gotong royong dan mengajak aspek sosial lain untuk berkembang baik," kata SYL.

kepala BPPSDMP, Prof Dr Ir Dedi Nursyamsi M.Agr saat mengisi materi pelatihan mengatakan, Petani dan Penyuluh harus senantiasa belajar, dan memanfaatkan teknologi internet.

“Pertanian harus memberikan kontribusi yang signifikan bagi petani,” pungkas Dedi.[rilis]


Posting Komentar

0 Komentar