Melalui Mekanisasi, Kementan Dorong Produktivitas

MENGHADAPI musim tanam kali ini, Kementerian Pertanian (Kementan) mengharapkan petani memanen padi secara mandiri atau mengurangi ketergantungan pada buruh panen dengan memanfaatkan alat mesin pertanian. 

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan, mekanisasi pertanian memang bertujuan untuk mewujudkan pertanian maju, mandiri dan modern. Dengan Alsintan, proses pertanian bisa dilakukan dengan cepat dan efisien.

Banyak keuntungan penggunaan alsintan dalam usaha tani, dari mulai tanam hingga panen. Namun yang pasti, dengan Alsintan, pekerjaan bertani menjadi lebih efisien dan efektif. Keuntungan lainnya, biaya usaha tani bisa menjadi lebih murah.

Tidak terkecuali BBPP Binuang telah memanfaatkan alat mesin pertanian untuk panen padi. Dengan menggunakan combine harvester telah dilakukan panen padi di lahan praktik BBPP Binuang pada tanggal 18 Agustus 2021.

Terbukti dengan mekanisasi pada proses panen dapat menghemat waktu dan tenaga. 

Penggunaan Alsintan dalam usaha tani dapat menghemat biaya produksi sampai 30%. Dengan adanya penghematan biaya dapat meningkatkan pendapatan petani, sehingga akhirnya berimbas pada meningkatnya kesejahteraan petani. 

Dalam kesempatan terpisah, Dr Ir Yulia Asni Kurniawati M.Si mengatakan, BBPP Binuang sebagai sebuah lembaga pelatihan yang menyiapkan SDM Pertanian, harus dapat menerapkan dan mencontohkan konsep pertanian yang maju, mandiri dan modern terlebih dahulu sebelum melatihkannya kepada petani maupun penyuluh di lapangan.

“Dengan memaksimalkan penggunaaan teknologi dan inovasi pertanian di antaranya Alsintan akan meningkatkan produktivitas dan dapat menarik minat generasi muda untuk terjun ke dunia pertanian,” katanya. 

Penggunaan Alsintan merupakan langkah awal menuju pertanian yang lebih modern dan sekaligus dapat mendorong regenerasi pertanian.[rilis]


Posting Komentar

0 Komentar