Melalui Bimtek, Kementan dan Komisi IV Percepat Estafet SDM Petani Milenial

Melalui Bimtek, Kementan dan Komisi IV Percepat Estafet SDM Petani Milenial

KEMENTERIAN Pertanian RI terus mendayagunakan segenap potensi untuk melakukan percepatan estafet pelaku usaha “Pertanian Modern” kepada “Petani Milenial” dalam rangka mewujudkan 2.5 juta petani milenial 2024. 

Juga sekaligus meningkatkan daya saing komoditas pertanian di pasar global, untuk mewujudkan Program Ekspor 300% (Gratieks) dan mewujudkan penyuluh pertanian yang mampu memberikan layanan prima kepada pelaku pertanian milenial dengan dukungan program Kostratani. 

"Upaya Kementan untuk melakukan kolaborasi dengan Komisi IV DPR RI salah satunya,“ ungkap Budiono, Widyaiswara BBPP Binuang, di sela sela melakukan bimbingan teknis Kewirausahaan di Hotel Golden Tulip Pontianak.

Kegiatan yang dimulai sejak 25 hingga 26 September 2021 ini diikuti 60 peserta dari kalangan pemuda dan petani milenial dari Kabupaten Mempawah, Kalbar.

"Bimbingan teknis ini bertujuan agar peserta makin memahami terkait sistem Kewirausahaan. Pertanian yang melibatkan pertanaman, peternakan, perikanan dan pelaku usaha tani dengan interaksi yang saling terkait pada suatu lahan tertentu,” paparnya.

Mentan SYL mengungkapkan, Kementan terus berupaya melakukan sinergi dan kolaborasi dengan berbagai pihak dalam menjaga ketersediaan dan distribusi pangan khususnya pada 11 komoditas bahan pokok. 

Tak terkecuali dengan Komisi IV DPR RI. Salah satunya program pengembangan SDM Pertanian khususnya kepada para petani milenial, untuk mewujudkan transformasi sistem pertanian konvensional menuju sistem pertanian milenial. 

"Harapannya pertanian ke depan lebih efisien, efektif, produktif agar mampu bersaing di pasar dunia (ekspor), sistem ketahanan pangan makin mandiri dan berdaulat," tegasnya.

Maria Lestari SPd dari Komisi IV DPR RI saat melaunching Bimbingan Teknis Kewirausahaan memberikan spirit yang paripurna kepada peserta Bimtek. 

"Semangat empat pilar dikolaborasikan dengan semangat petani milenial untuk percepatan proses transformasi pertanian yang ada," tegasnya.

Mengingat masa depan pertanian 1 sampai 2 dekade yang akan datang sangat ditentukan oleh  bagaimana petani milenial dipersiapkan. Oleh karena itu, Kementerian Pertanian terus menggenjot spirit para petani milenial. 

"Karena pertanian itu prospektif. Pertanian itu selain sebagai sumber pangan, pertanian pasti mampu menyediakan lapangan kerja, dan memperluas kesempatan berusaha.Apalagi di masa pandemi Covid-19," imbuhnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Prof Dedi Nursyamsi menyampaikan, petani harus jeli mengembangkan sektor usahanya agar mendapatkan hasil maksimal.
 
"Kita harus merubah pertanian konvensional menjadi pertanian modern untuk mencukupi kebutuhan pangan rakyat Indonesia yang sekarang lebih dari 270 juta jiwa. Karena itu, mari kita saling bekerja sama satu sama lain, membangun pertanian melalui petani milenial," pinta Dedi.

Kepala Pusat Pelatihan BPPSDMP Kementan, Lelli Nuryati menambahkan, sektor pertanian merupakan sektor yang terus tumbuh positif dimasa pandemi.

"Saya berharap pemuda mampu memanfaatkannya menjadi ladang usaha, dan menjadi petani milenial yang tidak hanya andal dari segi teknis, melainkan juga di bidang wirausaha dan pemasaran," paparnya.

Kepala BBPP Binuang, Dr Ir Yulia Asni Kurniawati M.Si menyampaikan, petani milenial di wilayah Kalimantan Barat sudah diajak dan disosialisasikan untuk turut mengikuti dan menyukseskan usaha tani  ini. 

Yulia pun terus mendorong semangat untuk membangun jejaring ekonomi bersama. 

"Saya harap melalui pelatihan ini dapat menjadi kebangkitan petani milenial di wilayah Kalimantan Barat," pungkasnya.

Selanjutnya BBPP Binuang akan melaksanakan pelatihan kewirausahaan bagi DPM/DPA wilayah Kalimantan Barat pada 27 hingga 29 September 2021 untuk 21 orang DPM/DPA di Bapeltan Anjungan Kalimantan Barat.[adv]


Lebih baru Lebih lama