Melalui Bimtek, Kementan-Komisi IV Tingkatkan Kapasitas SDM Pertanian

KEMENTERIAN Pertanian (Kementan) melalui BPPSDMP terus berusaha meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) pertanian, termasuk petani dan penyuluh. 

Bekerjasama dengan Komisi IV DPR RI, Kementan melalui Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Binuang menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Petani dan Penyuluh di Kota Samarinda Provinsi Kalimantan Timur, Rabu (8/9/2021).

Hal ini sesuai arahan Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo (SYL) bahwa pengembangan SDM sangat penting untuk mengoptimalkan sektor pertanian ke depan.

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Budisatrio Djiwandono dari Dapil Kaltim Fraksi Gerindra mengatakan, secara virtual kepada seluruh peserta Bimtek bahwa dalam situasi Pandemi Covid 19, selain masalah kesehatan yang paling penting adalah memastikan rakyat tidak kekurangan pangan, rakyat dapat sembako, rakyat dapat tambahan protein.

“Anggaran mitra Komisi 4 sebaiknya difokuskan untuk menjamin kebutuhan pangan rakyat yang mendesak, serta mendukung keberlangsungan usaha petani dan nelayan,” ujar Budisatrio.

Hal senada diungkapkan oleh Dedi Nursyamsi selaku Kepala BPPSDMP. “Sebagai pelaku pembangunan pertanian, petani dan penyuluh sudah selayaknya mendapat prioritas dalam program pembangunan pertanian,” tutur Dedi.

Bimbingan Teknis bertema Pengelolaan Pupuk Organik bertempat di BPP Suluh Manuntung dan di Kelompok Tani Kelurahan Lempake Kecamatan Samarinda Kota diikuti petani dan penyuluh pertanian sebanyak 60 orang terbagi menjadi 2 angkatan masing masing 30 orang. 

Pembukaan Bimtek dihadiri Kepala Dinas Pertanian Kota Samarinda, Kepala Bagian Umum BBPP Binuang dan Kordinator BPP. 

Kabag Umum BBPP Binuang, Purnadi menyatakan tujuan kegiatan tersebut ialah meningkatkan kesejahteraan petani dan kapasitas penyuluh dalam transfer teknologi kepada petani.

“Peningkatan kapasitas ini sangatlah penting. Berbanggalah menjadi petani dan penyuluh karena keberadaan kalian menentukan nasib dari 267 juta penduduk Indonesia,” tutur Purnadi.[rilis]


Posting Komentar

0 Komentar