Ada “Warung Kejujuran” di Kawasan Jembatan Sungai Alalak

WARUNG ini pantas disebut warung kejujuran, karena konsumen bebas mengambil makanan maupun minuman tanpa diawasi dan tanpa dihitung di awal.| foto : anshari

BANJARMASIN – Rezeki tak bakal tertukar, itulah prinsip yang tampaknya dipegang kuat Irhamni, pemilik Warung Kembar yang berada di kawasan Jembatan Sungai Alalak I Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Dengan prinsip ini pula pria yang akrab disapa Abah Rizky ini memberi kepercayaan penuh pada konsumen yang datang di warungnya untuk menikmati berbagai kue khas Banjar atau nasi kuning khas dagangannya.

Di warung ini, konsumen bebas mengambil kue atau nasi kuning yang sudah dibungkus, berapa pun jumlahnya. Konsumen cukup membayar berapa yang dihabiskan setelah puas menyantap kue maupun makanannya.

Cukup unik, karena konsumen di sini tidak membayar di awal atau pun dihitung pelayan warung jumlah kue atau makanan yang sudah diambil. Pelayan atau kasir bahkan percaya betul apa yang diucapkan konsumen saat membayar di kasir. 

Menurut Irhamni, di warungnya untuk membayar di kasir, konsumen cukup menyebutkan jenis makanan dan jumlah yang sudah dihabiskan, termasuk air teh atau yang lainnya.

Begitu sudah dihitung kasir, konsumen baru membayar semua yang sudah dihabiskan.

“Jadi di sini tinggal kejujuran konsumen saja. Bagi saya rezeki tidak akan tertukar. Apapun yang kita lakukan, kembalinya kepada kita juga,” tutur Irhamni.

Warung Kembar ini sendiri beroperasi 24 jam, tak terkecuali saat hari libur akhir pekan, Sabtu atau Minggu. Berbagai jenis kue basah khas Banjar tampak begitu menggoda selera.

Salah seorang konsumen di Warung Kembar ini, Abu Ikmal menyebut jika kejujuran sepertinya sudah menjadi kultur masyarakat Banjar. Tak heran jika di warung ini, konsumen bebas mengambil apapun tanpa diawasi pelayan.

“Saya juga kagum dengan prinsip pemilik warung yang bernuansa religi. Ini pesan moral yang sangat berarti bagi saya,” pungkasnya, Senin (11/10/2021).[aan]


Posting Komentar

0 Komentar