Mulai ada Sinyal, Keberangkatan Umrah Menunggu Arahan Pemerintah

COVID-19 mulai melandai di hampir semua negara. Pemerintah Arab Saudi juga sudah memberi sinyal akan dibukanya penyelenggaraan ibadah umrah.| foto : joni

BATULICIN - Selama tahun 2020, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu) mengklaim telah merekomendasikan pembuatan kurang lebih 200 paspor umrah.

Kepala Kemenag Tanbu, Ahmad Kamal melalui Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Abdul Hadi, Jumat (15/10/2021) mengatakan, kondisi pandemi Covid-19 pada tahun 2020 membuat Pemerintah Negara Arab Saudi belum bisa menerima jemaah haji dan umrah dari hampir seluruh dunia.

"Padahal paspor sudah dikeluarkan oleh imigrasi. Namun apa boleh buat, lantaran ada pendemi ini mereka ditunda keberangkatannya," ungkapnya.

Menurutnya, pembukaan visa oleh Pemerintah Arab Saudi kemungkinan kembali berproses pada awal bulan. Tentunya tetap dengan menerapkan disiplin protokol kesehatan atau prokes yang ketat saat berangkat ke Tanah Suci.

Pendaftaran haji reguler di Kemenag Tanbu sendiri sudah dimulai sejak Januari 2021 hingga Oktober 2021. Setidaknya sudah tercatat sebanyak 210 yang telah mendaftar sebagai calon haji.

"Sebenarnya di Mekah sudah ada sinyal untuk membuka akses pelaksanaan umrah dan haji. Sekarang tinggal di Indonesia, bagaimana strategi yang ditempuh Pemerintah untuk memberangkatkan jemaah umrah agar tak ada masalah," jelasnya.

Ia menyebut ada teknis-teknis tertentu dari pemerintah dalam pelaksanaan kegiatan umrah, karena dipastikan kemungkinan berbeda dengan tahun-tahun sebelum adanya pandemi Covid-19 ini.

"Saya berharap di bulan akan datang, para jemaah umrah yang sudah ada daftar tunggunya sudah bisa diberangkatkan," harapnya.[joni]


Posting Komentar

0 Komentar