Jadwal Pasar Mingguan di Bartim Berubah

PLT KEPALA Pasar Toemenggung Djaya Karti Tamiang Layang, Marjono.| foto : yovan

TAMIANG LAYANG - Pasca diberlakukannya perubahan jadwal Pasar Mingguan yang berada di Kabupaten Barito Timur (Bartim) yang sudah diterapkan baru-baru ini, menuai pro dan kontra dari berbagai pihak.

Hal tersebut menjadi perbincangan hangat yang beredar di media sosial dan sampai terpublikasi di beberapa media online, bahkan sejumlah pejabat dan para tokoh pun memperbincangkan surat yang beredar tersebut.

Diketahui, dalam surat terkait jadwal dan imbauan itu berdasarkan surat bernomor: 510/686 / Disdagkopukm. II / 2021 tentang sosialisasi pemindahan jadwal pasar mingguan Beringin Ampah dan menutup pasar mingguan Toemenggung Djaya Karti Tamiang Layang yang sudah dilaksanakan sejak awal bulan Desember 2021.

Adapun sejak diterapkannya petugas gabungan dari Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (Disdagkop UKM), Satpol PP dan Dinas Perhubungan Kabupaten Bartim menertibkan para pedagang pasar mingguan yang akan berjualan di pasar Toemenggung Djaya Karti, Senin (10/1/2022) kemarin.

Plt Kepala Pasar Toemenggung Djaya Karti Tamiang Layang, Marjono saat diwawancarai awak media menjelaskan bahwa penertiban pedagang pasar ini sudah dilaksanakan jauh-jauh hari, yang terakhir melalui imbauan Disdagkop UKM Bartim nomor 510 tahun 2021.

"Penertiban pedagang pasar ini sudah kita laksanakan jauh-jauh hari, yang terakhir melalui imbauan Didagkop UKM Barito Timur nomor 510 tahun 2021. Pasar Mingguan Beringin Ampah dari hari Jumat menjadi hari Senin dan pasar Toemenggung Djaya Karti Tamiang Layang dijadikan pasar harian," ungkapnya, Selasa (11/1/2021).

Dirinya juga mengatakan bahwa para pedagang dipersilakan melakukan aktivitas berdagangnya dan sesuai fasilitas dengan tempat yang sudah disediakan. 

"Untuk para pedagang yang dari luar boleh saja, misalnya hanya berdagang pada hari senin tetapi mereka harus berjualan dilingkungan pasar, jadi tidak di sepanjang jalan, tidak juga di trotoar yang bisa menghambat perjalanan atau membuat kemacetan," terangnya.

Lebih lanjut ditegaskan Marjono, pihaknya menyarankan untuk menempatkan dagangannya di los (lapak) pasar yang sudah disediakan dan penertiban para pedagang ini akan dilakukan setiap hari.[yovan]