Rencana Tambah Pelabuhan Singgah, KSOP Kelas III Rapat bersama Dishub Kalsel

RAPAT pembahasan usulan penambahan Pelabuhan Singgah digelar. Ini sekaligus merespon surat permintaan Walikota Bontang.| foto : joni

BATULICIN - Usulan penambahan Pelabuhan Singgah pada Angkutan Laut Perintis kode trayek R-12 Pangkalan Kotabaru, Kalimantan Selatan, dibahas dalam rapat di Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas lll Kotabaru-Batulicin bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Kalsel.

Rapat dihadiri langsung Kepala KSOP Kelas lll Kotabaru-Batulicin, Agus Sularto MM, serta Kepala Bidang Pelayaran Dishub Kalsel, Agung Rahmadi.

Usai rapat, Agung Rahmadi kepada wartawan mengatakan, penambahan rute R-12 itu terkait adanya Surat Permintaan dari Walikota Bontang, Kalimantan Timur (Kaltim), khususnya untuk Pelabuhan Singgah.

"Iya, memang ada kajian terlebih dahulu, masyarakat Bontang ini seperti apa bolak-balik pergerakannya," jelasnya.

Menurut Agung, bila yang menuju Bontang memang banyak tentunya akan diakomodir. Dalam waktu dekat sebelum kajian, telah disampaikan jika non trayek R-12 sudah 9 hari.

"9 hari ini bila singgah lagi menuju pelabuhan Bontang, menambah waktu sekitar 3 hari lagi," imbuhnya.

Jadi, lanjutnya, harus dikaji efektivitas dan efesiensinya, apakah ada masyarakat dari Kotabaru, Balikpapan, Grogot, Mamuju yang tertarik ke Bontang. Sebab bila masih sedikit, tentu harus diefektifkan dulu dan sementara dimaksimalkan rute yang ada dulu.

Kemudian, sambungnya, bila rute yang ada ini bisa maksimal pelayanannya, tentu masyarakat akan lebih banyak menggunakan rute tersebut. 

"Karena ini rute baru, masih perlu promosi dan sosialisasi ke Pelabuhan Singgah yang ada ini," jelasnya.

Sementara itu, Kepala KSOP Agus mengatakan, usulan penambahan Pelabuhan Singgah, perintis trayek R-12 ini adalah Sabuk Nusantara 111. 

"Rute yang ada ini saja masih kurang optimal. Makanya kita mau membuat program untuk  mensosialisasikannya di setiap Pelabuhan Singgah, yang disinggahi Kapal Perintis Sabuk Nusantara 111 ini," terang Agus.

R-12 sendiri semacam trayek di pelabuhan laut, di mana trayeknya itu banyak. Sebut saja, R-11, ada R-12, R-10, maupun R-1. Ini karena seluruh Indonesia, dan untuk membedakan jika R-12 memiliki rute Kalimantan Selatan.

Rute R-12 adalah Kotabaru, Tanjung Samalantakan, Grogot, Balikpapan. Kemudian Grogot, Tanjung Samalantakan, Kotabaru, Mamuju, Kotabaru.

Agus mengungkapkan, tak lama lagi memasuki angkutan lebaran tahun 2022. Tentu diharapkan bisa lebih optimal kapal Sabu Nusantara 11, yakni kapal perintis milik Dishub Laut yang diamanatkan untuk dioperasikan KSOP Kotabaru-Batulicin agar bisa bermanfaat untuk masyarakat Kalimantan Selatan.

Sementara itu, rapat pembahasan sendiri menyimpulkan, pertama; terdapat usulan penambahan Pelabuhan Singgah, Pelabuhan Bontang untuk dilayani trayek R-12 dengan Pelabuhan Pangkalan Kotabaru.

Kedua; trayek R-12 merupakan rute yang baru satu tahun dijalankan dan diusulkan Pemprov Kalsel, dengan maksud memfasilitasi pergerakan masyarakat Kotabaru dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi lokal serta mendukung program strategis Pemprov Kalsel sebagai lumbung pangan bagi kawasan Ibu kota Negara. 

Trayek dimaksud mempunyai jarak total 800 mil laut dengan jumlah hari satu round voyage selama 9 hari. 

Ketiga; melalui pengukuran peta jarak antara Mamuju-Bontang (PP) adalah 372 mil laut dan jarak antara Balikpapan-Bontang (PP) adalah 262 mil laut, sehingga dapat menambah pelayaran lebih dari 2 hari.

Keempat; angkutan perintis kode trayek R-12 adalah rute yang relatif baru dan belum secara optimal lantaran adanya pandemi Covid-19 hingga memerlukan promosi dan sosialisasi secara luas kepada masyarakat Kotabaru dan sekitarnya.

Penambahan Bontang sebagai Pelabuhan Singgah tentu saja akan secara signifikan menambah jumlah jarak dan hari satu round voyage. 

Penambahan lama hari round voyage dikhawatirkan akan menghambat program promosi dan sosialisasi menarik minat masyarakat Kotabaru menggunakan kapal perintis untuk mobilisasi penumpang dan barang menuju kawasan IKN dan sekitarnya.

Angkutan perintis kode trayek R-12 Pangkalan Kotabaru memiliki target frekuensi 40 voyage dengan anggaran yang telah ditetapkan untuk jarak dan lama hari voyage selama satu tahun anggaran.

Dengan kata lain, dipandang tidak mencukupinya anggaran untuk melayani penambahan pelabuhan tersebut.

Keenam; dasar pertimbangan adalah keputusan rapat pada Tahun Anggaran 2022 belum merekomendasikan adanya Pelabuhan Singgah, dalam hal ini Pelabuhan Bontang pada trayek R-12 Angkutan Laut Perintis Pelabuhan Pangkalan Kotabaru.[joni]