Pasrah, Nenek Rohana Kini Berharap Uluran Tangan Dermawan

NENEK Rohana kini hanya bisa pasrah, lantaran menderita kelumpuhan sejak dua bulan terakhir.| foto : joni

BATULICIN - Lumpuh yang dideritanya dalam dua bulan terakhir, membuat nenek Rohana tak bisa beraktivitas kerja sebagai tukang pijat. Alhasil, nenek berusia 75 tahun ini pun pasrah dengan nasibnya.

Warga RT.07 Desa Barokah, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu), Kalimantan Selatan ini kini hanya tinggal bersama anaknya bernama Alifullah. Senasib dengan dirinya, sang anak juga menderita kelumpuhan.

Menurut Rohana, dirinya merupakan tulang punggung sejak anaknya mengalami kelumpuhan sudah hampir lima tahun. Di usia yang sudah senja ini, ia pun harus rela bekerja sebagai tukang pijat keliling untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. 

Sayang, sejak mengalami lumpuh Ia tak tahu lagi bagaimana cara memenuhi kehidupan sehari-hari.

"Kalau sudah begini siapa yang mencarikan uang untuk kebutuhan sehari-hari, anak lumpuh sejak 5 tahun yang lalu hingga sekarang, saya pun dua bulan ini mengalami kelumpuhan," ungkap nenek Rohana, Senin (21/5/2022).

Kini Ia bisa sedikit lega, setelah diberikan kursi roda oleh personel Bhabinkamtibmas Desa Barokah, Aiptu Iwan Setiawan. Pemberian kursi roda juga turut dikawal Waka Polsek Simpang Empat, Iptu Dany.

Rohana sekarang hanya mengharapkan uluran tangan orang lain untuk kebutuhan sehari-harinya. 

"Saya ingin memiliki BPJS gratis agar bisa berobat masalah penyakit saya ini," ucapnya.

Sementara itu, Ketua RT. 7 Desa Barokah, Winardi mengatakan nenek Rohana itu pekerjaannya sebagai tulang pijat panggil keliling. 

"Beliau kadang memijat sampai di Banjarmasin sana memijat, namun sejak beliau lumpuh beliau terpaksa di rumah saja," tuturnya.

Winardi juga sudah membicarakan bersama pihak terkait mengenai pengurusan BPJS Rohana dan anaknya.

Sebelumnya Winardi mengatakan,
anak nenek Rohana yang mengalami lumpuh itu tetap bisa mendapat bantuan BLT dari Desa Barokah.[joni]