Proyeksi Tim Sepakbola Tangguh, Dandim Tanbu Gelar Liga Santri

TECHNICAL meeting di Makodim 1022/Tnb menandai dimulainya kompetisi sepakbola Liga Santri.| foto : joni

BATULICIN - Eksistensi pesepakbola nasional yang berasal dari santri, cukup mendasari TNI Angkatan Darat untuk merekrut potensi santri di berbagai daerah. Satu di antaranya di Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu), Kalimantan Selatan.

Motivasi itu diwujudkan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) dengan menggelar kompetisi sepakbola bertajuk Liga Santri. Di Tanbu sendiri, Liga Santri dilangsungkan mulai 20 hingga 25 Juni 2022.

Tim yang sukses menorehkan prestasi di level kabupaten akan melanjutkan pertandingan di tingkat provinsi yang dijadwalkan 27 Juni hingga 4 Juli. Selanjutnya untuk putaran nasional diagendakan dari 7 Juli hingga 9 September 2022.

Liga Santri zona Tanbu sendiri diikuti 5 Tim Pondok Pesantren (Ponpes). Ini dipastikan ketika mereka mengikuti technical meeting pada Kamis (12/5/2022) ini di Makodim 1022/Tnb.

Lima Tim yang siap berkompetisi di Liga Santri 2022 ini, yakni Ponpes Az Zikra DDI, Ponpes Darul Hadid, Ponpes Al Istiqomah, Ponpes Hidayatussalam NW, serta Ponpes Asma Al Husna.

Dandim 1022, Letkol Rahmat Trianto melalui Pasiter Kapten Wahyono menjelaskan, Program Liga Santri merupakan ide Kasad, di mana dilatarbelakangi adanya pemain nasional yang berasal dari santri Ponpes hingga kemudian dilakukan perekrutan dengan menggelar Liga Santri di setiap Makodim se-Indonesia.

"Harapan bisa terbentuk satu tim yang tangguh hasil dari kolaborasi beberapa santri Ponpes yang terpilih," tutur Wahyono.

Sementara itu, Ketua ASKAB Tanbu, Muhammad Syaripuddin sangat mengapresiasi terobosan yang dilakukan TNI AD dalam memajukan olahraga sepakbola.

"Saya bersyukur dan bangga terhadap Kodim 1022 yang telah menggelar kompetisi sepakbola Liga Santri, dan berharap dengan adanya Liga Santri ini bisa membawa nama harum Tanah Bumbu ke tingkat nasional," ucapnya.

Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan ini mengaku yakin Tim Santri mampu, mengingat santri biasanya lebih patuh dan disiplin hingga saat latihan bisa tepat waktu.

Dengan adanya Liga Santri ini juga, lanjut pria yang akrab disapa Bang Dhin ini, tentu harus bisa memberikan contoh yang baik, tidak seperti pelaksanaan kompetisi kebanyakan yang kadang diwarnai hal negatif.

"Kita harus bersama-sama memperlihatkan permainan yang sebenarnya, karena bukan hanya dari masyarakat umum saja yang bisa, tapi juga dari kalangan santri pun mampu bersaing," pungkasnya.

Untuk memberikan memotivasi pesepakbola santri ini, Bang Dhin memberikan bantuan kostum tim kepada 5 klub santri yang ambil bagian di Liga Santri zona Tanbu.[joni]