Ini Motif Pelaku Pembantai Satu Keluarga di Desa Saring Sungai Bubu

BATULICIN - Setelah dua hari melakukan penyelidikan, pelaku terduga pembunuhan satu kelurga di Desa Saring Sungai Bubu pada 2 Juni 2022, akhirnya berhasil diringkus Anggota Polres Tanbu pada Sabtu 4 Juni 2022 sekitar pukul 01.30 Wita.

Pelaku sendiri ditangkap di Desa Penyolongan, Kecamatan Kusan Hilir. Dalam meringkus pelaku ini, anggota Polres Tanbu juga di-back up Unit Resmob Polda Kalimantan Selatan yang langsung di pimpin Kasat Reskrim Polres Tanbu, AKP Wahyudi, S.Sos.

Kapolres Tanbu, AKBP Tri Hambodo melalui Kasi Humas AKP H. I Made Rasa didampingi Kasat Reskrim AKP Wahyudi mengungkapkan, motif pelaku bermula ketika korban bernama Nor Laila (39 tahun) membeli es dari tersangka berinisial MI yang saat itu berada di rumah orang tuanya yang merupakan tetangga sebelah kanan rumah korban. 

Begitu tiba di tempat korban, ternyata es tersebut ditumpahkan oleh korban, sehingga tersangka tersingung dan emosi kemudian mendekati korban.

Korban berteriak minta tolong, hingga membuat tersangka panik lalu memegang kepala korban dengan menggunakan tangan kiri, sedangkan tangan kanan tersangka memegang sebilah pisau.

Saat itu posisinya berada di dalam kamar korban. Melihat kondisi tersebut, korban kedua bernama Nor Madinah (6 tahun) memukul-mukulkan bantal ke arah tersangka, sehingga tersangka  menusuk terlebih dahulu k earah dada korban dan membuatnya jatuh ke kasur dengan kondisi mengeluarkan darah.

Setelah itu, korban ketiga atas nama Muhammad Fahri (4 tahun), adik Nor Madinah juga berusaha memukul tersangka, hingga tersangka kembali menusuk dada Muhammad dan membuatnya jatuh ke kasur dan mengeluarkan darah.

Korban Nor Laila, orangtua kedua anak yang ditusuk tersangka, berusaha merebut pisau dari tangan tersangka yang membuat tangan kiri korban sobek. Setelah itu tersangka langsung menggorok leher korban hingga jatuh ke kasur dalam keadaan mengeluarkan darah.

Di sisi lain, salah satu saksi, Hamli (53 tahun) yang mendengar adanya suara teriakan dari arah rumah korban, merupakan tetangga sebelah kiri korban berusaha melihat ke dalam rumah korban. Saksi melihat korban sudah berdarah.

"Tersangka yang mengetahui kehadiran saksi, kemudian langsung menuju ke dapur lalu kabur dengan melompat melalui jendela belakang ruang dapur," papar Made kepada wartawan grapena.com, Sabtu (4/6/2022).

Made menjelaskan, setelah mengetahui keadaan korban kemudian saksi, Hamli langsung memberitahu saksi lain, Zuhaerah (30 tahun).  

Kedua saksi masuk ke dalam rumah korban. Setelah itu, Hamli membawa korban, Muhammad ke rumah sakit untuk diobati, disusul kedua korban lainnya juga ikut dibawa ke rumah sakit.

"Namun sayang kedua anak yang ditusuk itu kini dikabarkan telah meninggal dunia," pungkas Made.[joni]